STUDI KOMPERATIF BENTUK ARSITEKTUR MASJID TUA MINANGKABAU BERDASARKAN GEOGRAFIS DI SUMATERA BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI KOMPERATIF BENTUK ARSITEKTUR MASJID TUA MINANGKABAU BERDASARKAN GEOGRAFIS DI SUMATERA BARAT


Pengarang

ABRAR MUS AD YUSSYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muliadi - 197408282006041010 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1904104010091

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Arsitektur., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Masjid tua di Minangkabau, Sumatera Barat, mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah lokal, berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan. Arsitektur masjid di daerah ini menggambarkan interaksi yang mendalam antara budaya, kondisi geografis, dan lingkungan, dengan desain yang beradaptasi terhadap iklim tropis dan topografi yang beragam. Di daerah darat, masjid-masjid menampilkan arsitektur tradisional Minangkabau dengan atap gonjong dan bahan lokal seperti
kayu dan batu, sedangkan di daerah pesisir, arsitekturnya lebih variatif, menggunakan bahan tahan kelembapan seperti keramik
dan batu. Perbedaan ini mencerminkan adaptasi masjid terhadap lingkungan sekitarnya serta peran pentingnya dalam kehidupan dan budaya masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis komperatif, analisis komperatif yaitu perbandingan antara dua atau lebih variabel atau kelompok, untuk mengetahui perbedaan atau persamaan di antara variabelnya. Data penelitian terdiri dari data primer yang didapatkan dengan cara observasi lapangan dan data sekunder yang didapatkan dari kajian pustaka. Lokasi Penelitian terdapat di 2 tempat wilayah geografis etnik Minangkabau di Sumaatera Barat yang dibagi menjadi 2 yaitu, yaitu daerah darat dan daerah pesisir. Dengan 2 objek penelitian yaitu masjid raya lima kaum dan masjid raya ganting. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam bentuk arsitektur masjid yang berada di lokasi geografis yang berbeda antara daerah darat dengan daerah pesisir. Dengan menganalisis hal tersebut, penelitian ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana faktor-faktor geografis mempengaruhi arsitektur masjid dan bagaimana adaptasi terhadap lingkungan sekitar terjadi.

Kata Kunci: Masjid Tua Minangkabau, Bentuk Arsitektur, Geografis, Sumatera Barat

Old mosques in Minangkabau, West Sumatra, reflect the richness of local culture and history, which function not only as places of worship, but also as centers of social and educational activities. The architecture of mosques in this area illustrates the deep interaction between culture, geographical conditions, and the environment, with designs that adapt to the tropical climate and diverse topography. In the mainland, mosques display traditional Minangkabau architecture with gonjong roofs and local materials such as wood and stone, while in coastal areas, the architecture is more varied, using moisture-resistant materials such as ceramics and stone. These differences reflect the adaptation of mosques to their surroundings and their important role in the life and culture of the Minangkabau people. This study uses a qualitative method with comparative analysis, comparative analysis is a comparison between two or more variables or groups, to determine the differences or similarities between variables. The research data consists of primary data obtained through field observations and secondary data obtained from literature studies. The research location is in 2 geographical areas of the Minangkabau tribe in West Sumatra which are divided into 2, namely the mainland and coastal areas. With 2 research objects, namely the grand five-kamah mosque and the grand ganting mosque. This study aims to identify the differences and similarities in the architectural forms of mosques located in different geographical locations between mainland and coastal areas. By analyzing this, this study will provide insight into how geographical factors influence mosque architecture and how adaptation to the surrounding environment occurs. Keywords: Ancient Minangkabau Mosque, Architectural Form, Geographic, West Sumatra

Citation



    SERVICES DESK