<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130015">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KOMPERATIF BENTUK ARSITEKTUR MASJID TUA MINANGKABAU BERDASARKAN GEOGRAFIS DI SUMATERA BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ABRAR MUS AD YUSSYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masjid tua di Minangkabau, Sumatera Barat, mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah lokal, berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan. Arsitektur masjid di daerah ini menggambarkan interaksi yang mendalam antara budaya, kondisi geografis, dan lingkungan, dengan desain yang beradaptasi terhadap iklim tropis dan topografi yang beragam. Di daerah darat, masjid-masjid menampilkan arsitektur tradisional Minangkabau dengan atap gonjong dan bahan lokal seperti &#13;
kayu dan batu, sedangkan di daerah pesisir, arsitekturnya lebih variatif, menggunakan bahan tahan kelembapan seperti keramik &#13;
dan batu. Perbedaan ini mencerminkan adaptasi masjid terhadap lingkungan sekitarnya serta peran pentingnya dalam kehidupan dan budaya masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis komperatif, analisis komperatif yaitu perbandingan antara dua atau lebih variabel atau kelompok, untuk mengetahui perbedaan atau persamaan di antara variabelnya. Data penelitian terdiri dari data primer yang didapatkan dengan cara observasi lapangan dan data sekunder yang didapatkan dari kajian pustaka. Lokasi Penelitian terdapat di 2 tempat wilayah geografis etnik Minangkabau di Sumaatera Barat yang dibagi menjadi 2 yaitu, yaitu daerah darat dan daerah pesisir. Dengan 2 objek penelitian yaitu masjid raya lima kaum dan masjid raya ganting. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam bentuk arsitektur masjid yang berada di lokasi  geografis yang berbeda antara daerah darat dengan daerah pesisir. Dengan menganalisis hal tersebut, penelitian ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana faktor-faktor geografis mempengaruhi arsitektur masjid dan bagaimana adaptasi terhadap lingkungan sekitar terjadi.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Masjid Tua Minangkabau, Bentuk Arsitektur, Geografis, Sumatera Barat</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130015</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 13:12:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 11:06:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>