STUDI SEBARAN KONTAMINAN PADA LAHAN PERTANIAN MENGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE DI DESA LINGGAR RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI SEBARAN KONTAMINAN PADA LAHAN PERTANIAN MENGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE DI DESA LINGGAR RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG


Pengarang

Putri Navila Agustina - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Syukri - 197005181994121001 - Dosen Pembimbing I
Yurda Marvita - 199302192019032024 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2004107010031

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Geofisika., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Desa Linggar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung dikenal sebagai daerah penghasil padi terbaik. Namun, pada tahun 1980 daerah ini beralih fungsi dari kawasan pertanian menjadi kawasan industri. Peralihan lahan memberikan dampak ekonomi yang positif tetapi juga memberikan dampak negatif pada lahan pertanian sehingga menurunkan hasil produksi. Hal ini terjadi karena pembuangan limbah cair yang tidak dikelola dengan baik sehingga menyebabkan pencemaran air pada sungai Cikijing. Pencemaran sungai Cikijing menimbulkan penurunan produksi hasil pertanian dikarenakan sungai Ciking dimanfaatkan sebagai pengairan irigasi lahan pertanian di Desa Linggar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran kontaminan pada lahan pertanian dengan memanfaatkan salah satu metode geofisika yaitu metode geolistrk dengan konfigurasi dipole – dipole dan pengolahan data menggunakan software Res2Dinv. Pengukuran geolistrik dilakukan di lahan pertanian di sekitar sungai Cikijing sebanyak 4 lintasan dengan panjang lintasan 23,5 meter dengan spasi masing – masing elektroda sebesar 0,5 meter. Nilai resistivitas yang didapat dari pengolahan data menggunakan software Res2Dinv memiliki rentang dari 1,01 Ωՠ – 389 Ωՠ. Berdasarkan nilai resistivitas ini maka daerah penelitian diiterpretasikan sebagai lapisan lempung dan lempung pasiran. Sebaran kontaminan pada keempat lintasan diidentifikasikan pada rentang nilai resistivitas 1,01 Ωՠ – 11 Ωՠ dengan kedalaman 1 m – 4,91 m. Nilai resistivitas yang rendah disebabkan karena adanya rembesan air sungai Cikijing yang telah tercemar oleh limbah industri yang memiliki sifat konduktivitas yang tinggi sebab limbah ini mengandung zat beracun seperti logam berat. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi tentang sebaran kontaminan pada lahan pertanian sehingga dapat dilakukan penanganan yang maksimal terhadap lahan pertanian daerah Desa Linggar.

Linggar Village, Rancaekek District, Bandung Regency is known as the best rice producing area. However, in 1980 this area changed its function from an agricultural area to an industrial area. Land conversion has a positive economic impact but also has a negative impact on agricultural land, reducing production results. This happens because the disposal of liquid waste that is not managed properly causes water pollution in the Cikijing River. Pollution of the Cikijing River causes a decrease in agricultural production because the Ciking River is used as irrigation for agricultural land in Linggar Village. This study aims to see the distribution of contaminants in agricultural land by utilizing one of the geophysical methods, namely the geoelectric method with a dipole-dipole configuration and data processing using Res2Dinv software. Geoelectric measurements were carried out on agricultural land around the Cikijing River as many as 4 tracks with a track length of 23.5 meters with a spacing of each electrode of 0.5 meters. The resistivity value obtained from data processing using Res2Dinv software has a range of 1.01 Ωՠ – 389 Ωՠ. Based on this resistivity value, the research area is interpreted as a layer of clay and sandy clay. The distribution of contaminants on the four tracks was identified in the resistivity value range of 1.01 Ωՠ – 11 Ωՠ with a depth of 1 m – 4.91 m. The low resistivity value is due to the seepage of Cikijing river water which has been polluted by industrial waste which has high conductivity properties because this waste contains toxic substances such as heavy metals. This study is expected to provide information on the distribution of contaminants on agricultural land so that maximum handling can be carried out on agricultural land in the Linggar Village area.

Citation



    SERVICES DESK