<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129975">
 <titleInfo>
  <title>TAMAN WISATA KULINER DL ULEE-LHEU TEMA :</title>
  <subTitle>WATERFRONT</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Magfirah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
TAMAN WISATA KULINER DI ULEE-LHEU  Oleh  SITI MAGHFIRAH NIM: 0504010410066  Kemajuan dunia pariwisata pasca tsunami dan perdamaian Aceh berangsur berkembang dengan baik. Bidang pariwisata yang terus berkembang juga tidak luput dari perhatian pemerintah  daerah yang terus memajukan dunia pariwisata di Aceh. Dengan sumber daya alam yang dimiliki  daerah Provinsi Aceh maka sewajamyalah dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata,  khususnya di kota Banda Aceh sebagai ibukota provinsi. Kegiatan pariwisata diharapkan mampu menjadikan salah satu kekuatan pembangunan yang dapat diandalkan. Alternatif wisata adalah dengan mengembangkan suatu tempat wisata kuliner yang fungsinya sebagai pusat makanan dan jajanan pasar dengan khas daerah aceh itu sendiri. Dengan adanya wadah wisata kuliner akan menjadikan kota Banda Aceh sebagai kota tujuan wisata kuliner dan diharapkan industri pariwisata pun akan lebih maju.  Pembangunan Taman Wisata Kuliner akan dilaksanakan pada lokasi tepi muara Ulee-Lheu yaitu di kecamatan Meuraxa, kota Banda Aceh. Luas lahan yang direncanakan akan dikembangkan untuk pembangunan ± 2.3 ha. Pembangunan yang akan dilakukan di rencanakan hanya ± 1/3 lahan, selebihnya diperuntukkan bagi lingkungan yang lebih alami.  Maksud dan tujuan dari perencanaan tempat Taman Wisata Kuliner Ulee-Lheu ini adalah untuk menciptakan sebuah wadah yang dapat menampung para pecinta makanan dan bagi yang suka berwisata, agar tercipta sebuah sarana wisata kuliner bagi wisatawan lokal maupun manca negara yang berkunjung ke Banda Aceh, menyediakan media rekreasi kuliner yang menghadirkan nuansa view yang menarik.  Dalam proses perencanaan tempat Taman Wisata Kuliner Ulee-Lheu ini diawali dengan pendekatan studi literatur, studi banding, studi lapangan dan pendekatan Water Front  yang menjadi tema dari rancangan. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi masalah yang timbul dalam proses perancangan dengan memperhatikan kondisi tapak dan peraturan pemerintah setempat melalui studi analisis untuk memperoleh konsep perancangan.  &#13;
&#13;
Kata Kunci: taman, makanan, prilaku masyarakat umum, arsitektur air  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129975</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 11:39:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 11:39:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>