KAJIAN KAVITASI DAN ALIRAN SILANG (CROSSFLOW) PADA SALURAN TRANSISI MODEL FISIK BENDUNGAN KRUENG KLUET KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN KAVITASI DAN ALIRAN SILANG (CROSSFLOW) PADA SALURAN TRANSISI MODEL FISIK BENDUNGAN KRUENG KLUET KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

CHAIRATUN UMMAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Azmeri - 197308201998032001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1704101010121

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Saluran transisi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap aliran pada saluran peluncur. Saluran transisi memiliki kemungkinan terjadinya perilaku hidrolika seperti kavitasi dan aliran silang (crossflow). Kavitasi dapat saja terjadi pada saluran transisi yang dibangun pada area yang tidak rata. Fenomena aliran silang (crossflow) dapat terjadi pada saluran transisi karena pembelokan aliran dari mercu pelimpah. Pembelokan tersebut merupakan pemicu munculnya aliran yang tidak seragam sehingga mengakibatkan muncul aliran silang. Uji model fisik diperlukan dengan tujuan untuk memprediksi kemungkinan terjadinya kavitasi dan aliran silang (crossflow) pada saluran transisi serta menggambarkan tinggi aliran silang (crossflow) yang mungkin terjadi. Uji model fisik ini juga dapat dijadikan acuan saat pembangunan di lapangan. Parameter yang diukur berupa pengukuran tinggi muka air menggunakan alat point gauge, pengukuran tinggi kecepatan menggunakan tabung pitot, pengukuran tinggi tekan dengan membaca perbedaan tinggi pada piezometer menggunakan mistar serta visualisasi aliran untuk melihat fenomena yang terjadi pada saluran transisi. Penelitian ini dilakukan pada debit pengaliran Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100th dan Q1000th. Kavitasi dianalisis menggunakan persamaan indeks kavitasi. Nilai indeks kavitasi memiliki lima tingkatan, dimulai dari tingkat satu yang berarti tidak terjadinya kavitasi hingga tingkat lima yang berarti mengalami kerusakan besar. Penggambaran aliran silang (crossflow) digambarkan menggunakan aplikasi Autocad untuk melihat pola aliran dan aplikasi Surfer untuk menggambarkan pola aliran sesuai dengan elevasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks kavitasi pada semua debit outflow pada saluran transisi Bendungan Krueng Kluet berada pada nilai lebih besar dari 1,8 yang berarti tidak terjadi kerusakan akibat kavitasi pada saluran tersebut. Analisis aliran silang (crossflow) pada penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pada semua debit outflow saluran transisi Bendungan Krueng Kluet terjadi fenomena aliran silang (crossflow). Fenomena aliran silang (crossflow) terbentuk semakin mendekati dengan ambang pada debit yang semakin tinggi.

Kata Kunci: Krueng Kluet, Saluran Transisi, Kavitasi, Crossflow

Transition channels have a very large influence on the flow in the launch channel. Transition channels have the potential for hydraulic behavior such as cavitation and crossflow. Cavitation can occur in transition channels built in uneven areas. The phenomenon of crossflow can occur in transition channels due to the diversion of flow from the spillway. This diversion is a trigger for the emergence of non-uniform flow, resulting in crossflow. Physical model testing is needed in order to predict the possibility of cavitation and crossflow in transition channels and to describe the height of crossflow that may occur. This physical model test can also be used as a reference during construction in the field. The parameters measured are water level measurements using a point gauge, velocity height measurements using a pitot tube, pressure height measurements by reading the height difference on the piezometer using a ruler and flow visualization to see the phenomena that occur in the transition channel. This study was conducted at the Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100th and Q1000th flow discharges. Cavitation was analyzed using the cavitation index equation. The cavitation index value has five levels, starting from level one which means no cavitation occurs to level five which means major damage. The depiction of crossflow is depicted using the Autocad application to see the flow pattern and the Surfer application to depict the flow pattern according to elevation. The results of the analysis show that the cavitation index value at all outflow discharges in the Krueng Kluet Dam transition channel is at a value greater than 1.8 which means that there is no damage due to cavitation in the channel. The crossflow analysis in this study found that at all outflow discharges of the Krueng Kluet Dam transition channel, a crossflow phenomenon occurred. The crossflow phenomenon is formed closer to the threshold at higher discharges. Keywords: Krueng Kluet, Transition Channel, Cavitation, Crossflow.

Citation



    SERVICES DESK