<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129966">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH    SUHU   DAN   LAMA   PENGERINGAN TERHADAP   MUTU   BUBUK  CABAI   MERAH   KERITING   (CAPSICUM  ANNUM  L.).</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kamisnuddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai  merah  keriting  (Capsicum annum L.)  merupakan   salah  satu  hasil  pertanian yang banyak  ditanam  dan  dikonsumsi oleh  masyarakat  Indonesia,  tetapi  cabai  merah  segar mudah  sekali mengalami  kerusakan  sehingga  tidak  dapat  disimpan  terlalu  lama Salah  satu cara  untuk  memperpanjang masa  simpan    cabai  merah  tersebut  yaitu  dengan  melakukan pengeringan  yang selanjutnya dapat diolah menjadi bubuk cabai.&#13;
Penelitian   ini  bertujuan  untuk  mengetahui   pengaruh   suhu  dan  lama  pengeringan terhadap  mutu  bubuk  cabai  merah  keriting. Penelitian  ini dilakukan   dengan  menggunakan Rancangan  Split Plot dengan  pola 3x4. Faktor yang diteliti  yaitu  suhu pengeringan  (T) dan lama pengeringan  (L).  Suhu pengeringan  terdiri  dari   tiga taraf yaitu T 1      =  60C,  T2  =  70C&#13;
dan T3,=   80C.  Sedangkan  lama pengeringan  terdiri  dari empat taraf yaitu L1 = 6 jam,  L 2=&#13;
&#13;
8jam,  L3 = 10 jam, L4= 12 jam.  Dengan demikian  terdapat  12 kombinasi  perlakuan  dengan dua  kali  ulangan  sehingga  diperoleh  24  satuan  percobaan.   Data  yang  diperoleh  dianalisis sidik ragam  dan uji lanjut dengan uji Beda Nyata  Terkecil  (BNT). Parameter  yang dianalisis yaitu kadar air, kadar  abu, total mikroba, uji organoleptik  terhadap  warna dan aroma&#13;
Hasil penelitian  menunjukkan bahwa suhu pengeringan  (T) berpengaruh  sangat nyata (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129966</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 11:04:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 11:04:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>