Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN TINGKAT PENCAHAYAAN ALAMI PADA INTERIOR MUSEUM RUMAH ACEH KOTA LHOKSEUMAWE
Pengarang
Annisa Yumaira - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zulfikar Taqiuddin - 196912232003121001 - Dosen Pembimbing I
Laina Hilma Sari - 198007122006042003 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1904104010028
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Aceh merupakan salah satu provinsi yang berada di paling barat indonesia memiliki keunikan dan keragaman budayanya, yang mana rakyat Aceh memiliki banyak filosofi tersendiri salah satunya yaitu Rumah Tradisional Aceh atau masyarakat Aceh menyebutnya Rumah Aceh. Rumah tersebut berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat berlindung, tempat berkumpul keluarga, identitas penghuni, tempat berkumpul keluarga, dan serta sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas kekayaan alam yang diberikan oleh Tuhan disaat itu. Dengan seiring perkembangan zaman dan juga budaya, fungsi rumah tersebut berubah akibat gaya hidup dan terbatasnya fungsi ruang. Maka rumah aceh yang masih ada saat ini sengaja dipertahankan dan dilestarikan sebagai simbol budaya daerah setempat. Rumah Aceh kota Lhokseumawe dibangun pada tahun 2014 dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe yang berubah fungsinya menjadi Museum, namun, pada dasarnya museum ini sejatinya bukanlah museum yang ideal karena merupakan salah satu adaptive reuse dari rumah adat Aceh yang dipertahankan sehingga rumah tersebut tidak siap dijadikan museum. Tentunya bukaan yang ada seperti pintu dan juga jendela tidak sesuai sebagaimana pedoman untuk bangunan museum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat pencahayaan alami pada interior Museum Rumah Aceh di Kota Lhokseumawe. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh luas dan posisi bukaan terhadap kinerja pencahayaan alami, serta menemukan pencahayaan yang tepat berdasarkan standar pencahayaan SNI 03-6575-2001. Museum Rumah Aceh, yang awalnya merupakan rumah adat tradisional, telah diubah menjadi museum dan tetap dipertahankan sebagai simbol budaya daerah setempat. Namun, kondisi pencahayaan alami dalam ruangan museum tersebut tidak optimal karena ukuran bukaan yang terbatas. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran iluminasi pencahayaan di lapangan dan simulasi menggunakan aplikasi Velux Daylight visualizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pencahayaan alami dalam ruangan Museum Rumah Aceh tidak memenuhi standar pencahayaan yang diharapkan. Pengukuran iluminasi di lapangan menunjukkan bahwa intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan sangat tergantung pada ukuran dan posisi bukaan jendela.
Simulasi menggunakan aplikasi Velux Daylight visualizer juga menunjukkan bahwa pencahayaan alami yang optimal dapat diperoleh dengan perancangan tata letak dan pencahayaan yang tepat. Dalam penelitian ini, kita juga menemukan bahwa pencahayaan alami memiliki beberapa variabel yang mempengaruhi kualitas cahaya, seperti intensitas cahaya, faktor terang langit, dan dimensi bukaan. Variabel-variabel ini digunakan dalam analisis deskriptif dan pengukuran kualitas pencahayaan alami. Dengan demikian, laporan ini menyediakan referensi penelitian tentang studi kasus pencahayaan alami dalam bangunan museum dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kenyamanan visual bagi pengunjung Museum Rumah Aceh. Penelitian ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam merancang tata letak dan pencahayaan yang tepat di bangunan museum lainnya.
Aceh, a province in Indonesia, is known for its unique culture and diversity. One aspect of Acehnese culture is the Aceh Traditional House, also known as Rumah Aceh. These houses serve as homes, shelters, and gathering places for families. They also represent the identity of the residents and are a symbol of gratitude for the resources provided by nature. While the function of the traditional Aceh house has evolved over time, they are still preserved as symbols of the local culture. The Aceh House in Lhokseumawe City, built in 2014, serves as a museum managed by the Education and Culture Office of the city. However, the building is not an ideal museum as it was originally a traditional house that has been adaptively reused. The existing openings such as doors and windows do not meet the guidelines for museum buildings. A research study was conducted to assess the natural lighting conditions inside the Aceh House Museum in Lhokseumawe City. The study aimed to determine the impact of the size and position of openings on natural lighting performance and to meet the lighting standards outlined in SNI 03-6575-2001. The researchers used both field measurements and simulation using the Velux Daylight visualizer application. The findings of the research showed that the natural lighting conditions in the Aceh House Museum were not optimal due to the limited size of the openings. The intensity of sunlight entering the rooms was highly dependent on the size and position of the window openings. The simulation using the Velux Daylight visualizer application demonstrated that proper layout and lighting design could achieve optimal daylighting. The study also highlighted the variables that affect the quality of daylighting, such as light intensity, sky light factor, and opening dimensions. These variables were analyzed descriptively, and the study provided recommendations to improve visual comfort for visitors to the Aceh House Museum. The findings of this research can serve as a reference for daylighting in museum buildings and can be applied to improve lighting layouts in other museums as well.
STUDI EVALUASI PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG KELAS RBFT UNSYIAH (Desi Purnama Sari, 2020)
EFEKTIVITAS BUKAAN PADA ATAP SEBAGAI AKSES PENCAHAYAAN ALAMI (STUDI KASUS: MASJID BAITURRAHMAN KOTA LHOKSEUMAWE) (Naufal Amnar, 2025)
EVALUASI TINGKAT PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG KELAS LANTAI 3 FAKULTAS TEKNIK (Ikhsan, 2020)
PERANCANGAN MUSEUM KOPI DI BANDA ACEH (TEMA : ARSITEKTUR ANALOGI) (SYAKIRA NABILA AISYAH, 2025)
VIDEO EDUKASI RUMAH ADAT ACEH DENGAN METODE VISUALISASI 3D (M. Azqia, 2023)