PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI MENTAL DI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI MENTAL DI ACEH


Pengarang

SHUBHAN ZARKASYA TARISZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Nursaniah - 196810131999032002 - Dosen Pembimbing I
Zahriah - 196909131997032001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1904104010084

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pada zaman ini, kesehatan mental menjadi salah satu permasalahan yang cukup signifikan di dunia, tak terkecuali di Aceh, Indonesia. Dalam 2 tahun terakhir (2021-2022), Dinas Kesehatan Aceh (2022) menyebutkan jika terjadinya peningkatan penderita gangguan jiwa dari 11.954 penderita (2021) menjadi 13.735 penderita (2022). Oleh karenanya, penting untuk terus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan mental, menghilangkan stigma, dan menyediakan akses ke layanan kesehatan mental. Perancangan Pusat Rehabilitasi Kesehatan Mental yang berlokasi di Jl. Sultan Malikul Saleh, Lhong Raya, Kec. Banda Raya, Banda Aceh, Aceh diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat edukasi dan pemahaman untuk mengurangi stigma dan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan kesehatan mental tersebut. Adapun metode yang dilakukan dalam perancangan ini adalah mengulas studi literatur terhadap objek sejenis dan tema sejenis. Dari ulasan yang didapat, maka munculah tema Healing Environment dengan mengusung 3 prinsip utama yaitu pendekatan alam, alat indera dan psikologis ini diharapkan dapat memastikan efektivitas serta keberlanjutan layanan dalam menyembuhkan penyakit mental melalui sesi terapi dan konseling rutin. Menghadirkan fasilitas penyembuhan secara lengkap baik melalui medis maupun non-medis adalah tujuan untuk memaksimalkan peran yang diharapkan dapat mendukung secara psikologis proses penyembuhan pasien dalam mengurangi stress dan trauma emosional yang dialami pasien baik sebelum dirawat, ketika sedang dirawat, dan sesudah dirawat.

In this era, mental health has become a significant problem in the world, including in Aceh, Indonesia. In the last 2 years (2021-2022), the Aceh Health Service (2022) stated that there was an increase in people with mental disorders from 11,954 sufferers (2021) to 13,735 sufferers (2022). Therefore, it is important to continue to increase public understanding of mental health, eliminate stigma, and provide access to mental health services. Design of a Mental Health Rehabilitation Center located on Jl. Sultan Malikul Saleh, Lhong Raya, District Banda Raya, Banda Aceh, Aceh can function as a center for education and understanding to reduce stigma and increase public knowledge about mental health. The method used in this design is reviewing literature studies on similar objects and similar themes. From the reviews obtained, the Healing Environment theme emerged, which carries 3 main principles, namely the natural, sensory and psychological approaches. It is hoped that this can ensure the effectiveness and continuity of services in curing mental illnesses through routine therapy and counseling sessions. Providing complete healing facilities both through medical and non-medical means is the aim of maximizing the role that is expected to psychologically support the patient's healing process in reducing stress and emotional trauma experienced by patients both before being treated, while being treated, and after being treated.

Citation



    SERVICES DESK