Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERUBAHAN SIFAT KIMIA TANAH, KANDUNGAN HARA, TINGGI TANAMAN DAN HASIL KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.)RNAKIBAT INOKULASL FUNGI MIKORLZA ARBUSKULA (FMA) DAN PUPUK FOSFAT PADA TANAH YANG TERKENA TSUNAMI
Pengarang
Asnidar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0205101020008
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ASNIDAR Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah, Kandungan Has, Tinggi TanaMan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Akibat lnokulasi Fungi Mikoriza Afbuskula (FMA) dan Pupuk Fosfat pada Tanah yang Terkena Lumpur Tsunami. Dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Sufardi, M.S. selaku pembimbing utama dan Bapak lr. Chairunas, M.S. selaku pembimbing anggota.
Desa Kajhu merupakan salah satu desa yang terkena tsunami. Tanah yang terkena tsunami mengalami perubahan kondisi fisik dan kimia. Berbagal upaya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman pada tanah terkena tsunami diantaranya adalah dengan pemberian pupuk fosfat dan pemanfaatan fungi mikoriza arbuskula (FMA).
Penelitian ini berfujuan untuk melihat Perubahan Sifat Kimia Tanah, Kandungan Hara, Tinggi Tanaman dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Akibat hokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan Pupuk Fosfat pada
Tanah yang Terkena Tsunami.
Penelitian ini dilaksanahan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini berupa percobaan dalam polybag, dengan menggunakan tanah terkena tsunami yang diambil dari Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dimulai sejak Juni sampai dengan Desember 2007.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor yang diteliti adalah (1) fosfat 0) sctara 0, 30, 50, dan 70 kg ha-I den (2) inokulan FMA Or) yang terdiri dari: tanpa inokulan FMA dan dengan inokulan FMA. Dengan demikian diperoleh delapan kombinasi perlakuan, da n setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap parameter tinggi tanaman umur 15, 30, 45, hari setelah tanam kandungan hara N, P, dan K, volume akar, jumlah bintil akar (nodula), dan panjang akar pada 45 hari setelah tanam.
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa inokulasi FMA berpengaruh tidak nyata terhadap perubahan sifat-sifat kimia tanah (N-total, P-tersedia, Na, dan C- organik), tinggi tanaman pada 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, kandungan
hara N, P, dan K tanaman 45 hari setelah tanam dan hasil tanaman kacang tanah.
Pemberian fosfat berpengaruh tidak nyata terhadap perubahan sifat-sifat kimia tanah (N-total, P-tersedia, Na, dan C-organik), tinggi tanaman pada 15, 30, dan 45 hari setelah tananm, kandungan hara N, P, dan K tanaman 45 hari setelah tanam dan hasil tanaman kacang tanah.
Tidak Tersedia Deskripsi
PEMBERIAN PUPUK FOSFAT DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) PADA TANAH BEKAS TSUNAMI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN HARA KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.) (Mardiana, 2024)
PENGARUH PUPUK HAYATI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) TERHADAP BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH DAN SERAPAN HARA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE (L.) MERRIL) PADA TANAH YANG TERKONTAMINASI AIR LAUT DAN LUMPUR TSUNAMI (Aufa. AS, 2024)
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.) AKIBAT INOKULASI MIKORIZA ARBUSKULA (CMA) DAN PEMUPUKAN FOSFAT PADA TANAH YANG TERKONTAMINASI LUMPUR TSUNAMI (Anti Yonita, 2024)
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DAN PUPUK KOTORAN KELINCI PADA TANAH TUMPUKAN LIMBAH UBI TERHADAP SIFAT BIOLOGI DAN KIMIA TANAH DAN PERTUMBUHAN BUNGA MATAHARI (USWATUN HASANAH HELMI, 2015)
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS ANNUUS L.) PADA LAHAN KRITIS (Suwarniati, 2025)