MEMPELAJARI PENGARUH UKURAN PARTIKET BAHAN DAN PENGADUKAN DALAM PROSES PEMBUATAN OLEORESIN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MEMPELAJARI PENGARUH UKURAN PARTIKET BAHAN DAN PENGADUKAN DALAM PROSES PEMBUATAN OLEORESIN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L)


Pengarang

Wenny Agustien - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0151510068

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Oleoresin bawang putih merupakan hasil ekstraksi bawang putih secara vakum dengan mcnggunakan pelarut khusus, produk ini berwarna coklat gelap, mengandung minyak bawang dan memliki flavor khas bawang putih. Oleoresin bawang putih tidak hanya dapat digunakan pada industri obat-obatan tetapi banyak juga digunakan pada indutri makanan yaitu sebagai flavor alami dan campuran seasoning. Oleoresin bawang putih yang diteliti adalah oleooresin yang berasal dari bawang putih varietas lumbu putih yang berwarna putih, berbentuk bulat dengan dasar datar yang berdiameter ± 3 - 3,5 cm dengan panjang siung kurang lebih2 -2.5 cm dan telah mengalami beberapa perlakuan diantaranya pengirisan, pengeringan. penggilingan dan pengayakan.
Oleoresin bawang putih diekstraksi dengan menggunakan pelarut. Proses ekstraksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ukuran partikel bahan dan pengadukan. Ukuran partikel bahan dan metode pengadukan yang tepat menentukan efisiensi ekstraksi dan jumlah rendemen oleoresin bawang putih yang dihasilkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ukuran partikel bahan
dan pengaruh pengadukan untuk menghasilkan rendemen dan bebcrapa sifat fisik oleoresin bawang putih. Variabel yang digunakan adalah ukuran partikel bahan yang terdiri dari tiga taraf, yaitu 4 mesh, 20 mesh dan 36 mesh, dan metode pengadukan yang terdiri dari 2 taraf, yaitu dengan pengadukan dan tanpa pengadukan.
Bawang putih sebanyak 100 gram diekstrask i dengan pelarut metanol pada temperatur 50 PC dengan rasio bahan terhadap metanol adalah 1: 5 selama 3,5 jam. Kemudian campuran bawang putih dan filtrat disaring vakum. Filtrat diuapkan untuk memisahkan oleoresin dengan pelarut menggunakan rotary vacuum evaporator. Oleoresin bawang putih yang dihasilkan dianalisis rendemen, indeks bias, bobot jenis, kadar air dan kadar minyak atsirinya. Selain itu, analisis terhadap kadar air dan kadar
minyak atsiri juga dilakukan terbadap bawang putih segar dan yang telah dikeringkan dan diayak (bubuk).
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan Uji Lanjutan Beda Nyata Terkecil. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan ukuran partikel berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen oleoresin yang dihasilkan, akan tetapi berpengaruh tidak nyata dengan indeks bias, bobot jenis, kadar air dan kadar minyak atsiri. Pengadukan berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen oleoresin yang dihasilkan, akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap indeks bias, bobot jenis, kadar air dan kadar minyak atsiri. Sedangkan interaksi antara ukuran partikel dan pengadukan berpengaruh tidak nyata terhadap rendemen oleoresin.
Berdasarkan hasil analisis oleoresin bawang putih, perlakuan terbaik

diperoleh pada ukuran bahan 36 mesh (U3A 1) dengan pengadukan, kombinasi ini memberikan nilai rendemen tertinggi dengan karakteristik oleoresin bawang putih yang dihasilkan yaitu rendemen 25,03%, indeks bias 1,38, bobot jenis 1,01, kadar air 1,04% dan kadar minyak atsiri 1 %.










Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK