<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129932">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN SEBARAN H2S DAN SOX PADA SALAH SATU LAPANGAN GAS DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hafizullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Emisi yang dihasilkan dari pengoperasian kilang Minyak dan Gas merupakan suatu masalah utama pada industri minyak dan gas. Apabila emisi yang dihasilkan berada di atas baku mutu akan menyebabkan polusi udara yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan lingkungan. Emisi gas suatu kilang minyak dan gas umumnya berasal dari cerobong yang berasal dari pembakaran gas dan acid gas. Keluaran cerobong dapat mengandung H2S dan SOx serta polutan lainnya. Prediksi penyebaran konsentrasi polutan di atmosfer maupun di permukaan tanah dipakai sebagai antisipasi operasional guna menjaga sebaran konsentrasi berada di bawah ambang batas. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mensimulasi dispersi emisi H2S dan SOx yang bersumber dari cerobong (flare) dari kilang gas di salah satu lapangan gas di Aceh menggunakan perangkat lunak AERMOD. Perangkat lunak AERMOD dalam pemodelan mempertimbangkan faktor geologi dan meteorologi. Faktor meteorologi seperti arah angin, kecepatan angin, suhu, kelembaban. Data meteorologi diperoleh dari stasiun cuaca yang dipasang di titik lokasi, yang pada modul AERMOD diolah menggunakan processor AERMET. Data geologi berupa ketinggian dari flare diolah menggunakan EARMAP. Data setelah diolah kemudian dimasukkan dalam AERMOD untuk mendapatkan hasil akhir. Data dianalisis disperse menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan hysys dengan konversi pembakaran flare 60% dan 74%, sedangkan pendekatan yang kedua menggunakan pendekatan US EPA dengan pembakaran 95%. Pemodelan menggunakan 2 skenario yaitu pada flaring dari AGRU dan flaring AGEU dengan yang diuji terhadap tujuh titik reseptor. Hasil dispersi didapat bahwa semakin tinggi konversi (95%) pembakaran pada flaring menghasilkan dispersi sebaran emisi yang rendah dibandingkan dengan pembakaran 60% dan 74%. Reseptor yang paling merasakan sebaran emisi yaitu R1, R2, R3, R5 dan R6 hal ini dikarenakan reseptor tersebut dekat dengan sumber emisi. Sebaran pada skenario 1 pada H2S dan SO2 hanya pada pedekatan hysis dengan pembakaran 60% yang terdapat sebaran diatas baku mutu yaitu dengan konsentrasi 0,035 ppm. Sedangkan pada skenario 2 pada polutan H2S terdapat sebaran diatas baku mutu yaitu pada case 1 sebesar 0,035 ppm dan case 2 sebesar 0,035 ppm. Dan untuk polutan SO2 sebaran diatas baku mutu pada case 1 sebesar 0,014 ppm dan case 2 sebesar 0,175 ppm dengan baku mutu yang ditetapkan pemerintah untuk SO2 sebesar 0,05 ppm dan H2S 0,02 ppm.&#13;
&#13;
Kata kunci: Pemodelan dispersi, pencemaran udara, H2S, SOx, AERMOD&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129932</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 07:37:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 15:08:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>