DAMPAK RISIKO SOSIAL, EKONOMI DAN LINGKUNGAN TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN ACEH JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

DAMPAK RISIKO SOSIAL, EKONOMI DAN LINGKUNGAN TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN ACEH JAYA


Pengarang

Andya Safrizal - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Indra - 196309071990021001 - Dosen Pembimbing I
Monalisa - 197702022008122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2205202010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S2) / PDDIKTI : 54101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agribisnis (S1)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keberadaan perkebunan kelapa sawit rakyat tidak hanya berdampak positif terhadap peningkatan peningkatan kesejahteraan rumah tangga petani melalui peningkatkan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. Disisi lain juga menjadi penyebab timbulnya berbagai risiko yang berdampak negatif terhadap sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat. Dampak negatif yang ditimbulkan dari perspektif sosial berupa konflik agraria dan sengketa lahan, dari perspektif ekonomi adalah kerugian akibat perubahan iklim dan cuaca, serangan hama dan penyakit tanaman, serangan satwa liar, fluktuasi harga input dan output dan panjangnya siklus rantai pasok TBS dan dari perspektif lingkungan telah menyebabkan terjadinya deforestasi, hilangnya keanekaragaman hayati, peningkatan emisi gas rumah kaca dan perubahan fungsi ekosistem alam, sehingga diperlukan strategi pengendalian risiko yang tepat dalam mendukung praktik usaha perkebunan kelapa sawit rakyat secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengidentifikasi dampak risiko sosial, ekonomi dan lingkungan pada usaha perkebunan kelapa sawit rakyat, 2). Merumuskan strategi pengendalian risiko dan 3). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pengendalian risiko dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Aceh Jaya.
Penelitian ini di lakukan di Kabupaten Aceh Jaya pada bulan Mei 2024. Penentuan lokasi dan sampel pada penelitian dilakukan dengan menggunakan metode acak kelompok (cluster random sampling) dengan teknik multi-stage sampling (banyak tahap), dengan memilih Kecamatan Teunom dan Kecamatan Indra Jaya sebagai lokasi penelitian dan kemudian dipilih masing-masing 2 desa dari setiap kecamatan tersebut berdasarkan jumlah populasi petani kelapa sawit terbesar dan terkecil. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden petani dan 16 responden key informant yang terdiri dari Kepala Bidang Penyuluhan Kabupaten Aceh Jaya, Kepala BPP, Ketua Kelompok Tani, Kepala Desa (geuchiek) dan Walhi Aceh dengan total jumlah responden sebanyak 116 responden. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif untuk menjabarkan dampak risiko dan strategi pengendalian risiko dan analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pengendalian risiko dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit rakyat dengan mengunakan teknik analisis data Structural Equation Modelling (SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Aceh Jaya memiliki dampak risiko sosial, ekonomi dan lingkungan yang tinggi. Strategi pengendalian risiko secara sosial dilakukan petani melalui resolusi konflik dengan jalur musyawarah dan mediasi, sertifikasi lahan, pemberian upah dan jam kerja buruh yang layak dan pemberian hak yang sama kepada masyarakat lokal dan pendatang dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit, pengendalian risiko secara finansial dengan menghasil sumber pendapatan lain dan perencanaan keuangan dan pengendalian risiko secara fisik, yaitu dengan melakukan intensifikasi lahan melalui peremajaan tanaman. Strategi pengendalian risiko (Y1) secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh persepsi petani (X2) dan dampak risiko (X4) dengan masing-masing nilai p-value 0,000 dan 0,038 < 0,05. Keberlanjutan (Y2) secara negatif dan signifikan dipengaruhi oleh karakteristik petani (X1) dengan nilai path coefficient -0,207 dan p-value 0,040 < 0,05 dan secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh persepsi petani (X2) dan strategi pengendalian risiko (Y1) dengan masing-masing nilai p-value 0,023 dan 0,000 < 0,05.

The existence of smallholder oil palm plantations not only has a positive impact on improving the welfare of farmers' households through increasing income and labor absorption. On the other hand, it is also the cause of various risks that have a negative impact on society, the economy and the community's environment. Negative impacts caused from a social perspective in the form of agrarian conflicts and land disputes, from an economic perspective are losses due to climate change and weather, pest and plant disease attacks, wildlife attacks, fluctuations in input and output prices and the length of the FFB supply chain cycle and from an environmental perspective have caused deforestation, loss of biodiversity, increased greenhouse gas emissions and changes in the function of natural ecosystems. Therefore, an appropriate risk control strategy is needed to support sustainable smallholder oil palm plantation business practices. This research aims to 1). Identifying the impact of social, economic and environmental risks on smallholder oil palm plantation businesses, 2). Formulate risk control strategies and 3). Analyze the factors that affect the risk control strategy and sustainability of smallholder oil palm plantation businesses in Aceh Jaya Regency.. This research was conducted in Aceh Jaya Regency in May 2024. The determination of locations and samples in the study was carried out using the cluster random sampling method with a multi-stage sampling technique (many stages), by choosing Teunom District and Indra Jaya District as the research location and then selecting each of the 2 villages from each sub-district based on the largest and smallest oil palm farmer population. The number of samples in this study was 100 farmer respondents and 16 key informant respondents consisting of the Head of the Aceh Jaya Regency Extension Division, the Head of BPP (Agricultural Extension Agency), the Chairman of the Farmer Group, the Village Head (geuchiek) and Walhi Aceh with a total of 116 respondents. This study uses qualitative descriptive analysis methods to describe risk impacts and risk control strategies and quantitative descriptive analysis to analyze factors that affect risk control strategies and sustainability of smallholder oil palm plantation businesses using Structural Equation Modelling (SEM) data analysis techniques. The results of the study show that smallholder oil palm plantation businesses in Aceh Jaya Regency have a high impact on social, economic and environmental risks. Social risk control strategies are carried out by farmers through conflict resolution through deliberation and mediation channels, land certification, provision of decent wages and labor hours and the provision of equal rights to local communities and migrants in developing oil palm plantations, financial risk control by generating other sources of income and financial planning and physical risk control. namely by intensifying land through plant rejuvenation. The risk control strategy (Y1) was positively and significantly influenced by farmers' perception (X2) and risk impact (X4) with p-values of 0.000 and 0.038 < 0.05, respectively. Sustainability (Y2) was negatively and significantly influenced by the characteristics of farmers (X1) with a path coefficient value of -0.207 and a p-value of 0.040 < 0.05 and positively and significantly influenced by the perception of farmers (X2) and risk control strategies (Y1) with p-values of 0.023 and 0.000 < 0.05, respectively.

Citation



    SERVICES DESK