<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129893">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN ISLAM DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurya Muftiana Khairani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Laporan Tugas Akhir dengan judul “Perancangan Pusat Kebudayaan Islam di Banda Aceh” ini ditulis oleh Nurya Muftiana Khairani, NIM 2004104010068, pembimbing Laila Qadri, S.T., M.T. dan co-pembimbing Ir. Khairul Huda, M.Eng.&#13;
Pusat kebudayaan islam merupakan fasilitas yang sangat penting untuk masyarakat di provinsi Aceh, dapat dilihat dari banyaknya peninggalan zaman dahulu masih ada sampai sekarang baik dari rumah ibadah, bangunan pusat pemerintahan dan kegiatan budaya warisan leluhur yang bernafaskan islam masih dilakukan sampai saat ini.&#13;
Aceh sendiri belum memiliki tempat untuk mewadahi kegiatan tersebut serta menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakatnya untuk lebih mengenal budaya yang ada di Aceh. Mengetahui masalah tersebut dengan adanya Pendekatan Extending Tradition yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan, yang dimana keberlanjutan tradisi lokal menjadi hal utama di era modern ini. Perancangan Pusat Kebudayaan Islam ini menjadi salah satu cara untuk menjaga peninggalan leluhur dan melestarikan keberlanjutan tradisi lokal agar masyarakat dapat mempelajari, menjaga dan mengetahui sehingga dapat diterapkan pada kehidupan bermasyarakat dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar saat ini. Pendekatan Extending Tradition untuk Perancangan Pusat Kebudayaan Islam di Banda Aceh, akan menjadi penunjang keberlanjutan budaya di Aceh, dikarenakan pendekatan Extending Tradition mempengaruhi bentuk, ornament, material dan iklim pada bangunan.&#13;
Kata Kunci: Perancangan Pusat Kebudayaan Islam, Perancangan, Kebudayaan Islam, Aceh, Extending Tradition</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ISLAM</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CULTURAL CENTERS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.804 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129893</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 18:47:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-23 10:48:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>