<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129857">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MASJID TANPA KUBAH STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>MASJID BABUTTAQWA UTAMA POLDA ACEH</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IPAK PUTRI IWANI BENGI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebiasaan penggunaan kubah pada masjid dimulai sejak kepemerintahan Dinasti Umaiyyah. Pada awalnya konstruksi kubah bukanlah bagian dari arsitektur masjid melainkan ditemukan sejak peradaban Yunani kuno pada bangunan Pantheon. Meskipun kubah bukanlah berasal dari budaya Islam, paradigma bahwa kubah adalah bagian dari Arsitektur Islam telah berkembang luas di masyarakat. Masjid yang dibangun tanpa menggunakan kubah terlihat tidak biasa. Persepsi masyarakat terhadap suatu objek akan membentuk sikap atau respon mereka terhadap objek tersebut. Respon masyarakat yang terbentuk dari persepsi terhadap kehadiran masjid tanpa kubah bisa saja berbentuk penolakan atau penerimaan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait masjid tanpa kubah dengan memilih Masjid Babuttaqwa Utama Polda Aceh sebagai studi kasus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mix method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi positif terhadap Masjid Babuttaqwa Utama Polda berdasarkan prinsip proximity, similarity, closure, continuity. Faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap masjid tanpa kubah adalah faktor internal seperti kebutuhan dan faktor eksternal seperti budaya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129857</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 16:34:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 10:58:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>