<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129848">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN KECEPATAN GELOMBANG GESER (VS) STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH BANDA ACEH DAN ACEH BESAR MENGGUNAKAN METODE SPATIAL AUTOCORRELATION (SPAC)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALYA CAESNA OKTARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar dikategorikan sebagai kota besar yang rentan akan bahaya gempa bumi karena terletak pada sistem tektonik aktif Patahan Sumatra yang memiliki dua segmen, yaitu Segmen Seulimeum dan Segmen Aceh. Gempa yang terjadi akibat sesar lokal pada Segmen Seulimeum dan Segmen Aceh kerap terjadi di daratan. Gempa bumi yang terjadi di daratan dapat menyebabkan kerusakan apabila mempunyai magnitudo yang besar dan ciri tanah bersifat lunak. Untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi diperlukan kajian sifat tanah serta batuan yang membutuhkan data karakteristik tanah ataupun struktur dasar permukaan. Salah satu parameter yang bisa menggambarkan karakteristik ataupun struktur geologi dasar permukaan adalah kecepatan gelombang geser (Vs). Kecepatan gelombang geser (Vs) dapat menggambarkan sifat tanah/batuan seperti tingkatan kekerasan tanah. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendapat nilai kecepatan gelombang geser (Vs) adalah spatial autocorrelation (SPAC). Pengukuran mikrotremor telah dilakukan menggunakan metode spatial autocorrelation (SPAC) dengan susunan segitiga dalam skala kecil. Penelitian dilakukan pada 40 titik pengukuran yang tersebar di daerah Banda Aceh dan Aceh Besar. Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata kecepatan gelombang geser (AVS) pada tiap titik pengukuran di daerah Banda Aceh dan Aceh Besar berkisar antara 0,07 – 0,4 km/s sementara nilai kecepatan gelombang geser (Vs) yang diperoleh antara 0,07 – 1,1 km/s yang diinterpretasikan menjadi empat kategori, yaitu tanah lunak (SE), tanah sedang (SD), tanah keras (SC) dan batuan (SB) sesuai dengan Standar Nasional Indonesia 1726:2019. Area yang memiliki sifat tanah lunak (SE) yang tersebar pada wilayah Banda Aceh dan sebagian pada wilayah Aceh Besar dapat mengalami amplifikasi gelombang gempa bumi. Kajian lebih detil pada area tersebut diperlukan untuk menghindari potensi kerusakan bangunan ketika terjadi gempa bumi.&#13;
&#13;
Kata Kunci:  mikrotremor, SPAC, kecepatan gelombang geser, struktur bawah  permukaan, klasifikasi tanah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129848</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 16:18:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 17:46:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>