<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129838">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  EKSTRAK  SERAI   WANGI   TERHADAP PERKEMBANGAN DAN MORTALITAS  HAMA CROCIDOLOMIA  BINOTALIS  PADA TANAMAN KUBIS.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jevelia Sepriana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kajian   tentang  potensi   ekstrak  serai   wangi   untuk   mengendalikan   hama C.  binotalis  pada tanaman kubis, telah  dilaksanakan  di  kebun  percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam,  Banda Aceh. Penelitian dimulai dari bulan Desember sampai Maret 2006. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak serai  wangi  terhadap mortalitas larva  dan  perkembangan  hama yaitu  rata-rata  waktu kematian,  persentase pupa yang  terbentuk dan  imago  yang muncul  C.  binotalis.&#13;
Metode   pengujian   dilakukan   pengujian   pengaruh   ekstrak   serai   wangi dilakukan  di   lapangan  terhadap  mortalitas  larva  dan   perkembangan  hama  yaitu persentase  pupa  yang  terbentuk  dan  imago  yang  muncul   dan  rata-rata   waktu kematian C. binotalis di tanaman kubis. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap   dengan  6  kisaran  konsentrasi   ekstrak  yaitu  0;    :2   4;   6;   8;   dan I0   ml ditambahkan  dengan  aquades  1000;   998;   996;  994;   992,  dan  990  ml.  Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali dan setiap  perlakuan  terdapat dua tanaman kubis.  Seluruh  data hasil pengamatan pada setiap  peubah dihitung dengan analisis ragam, jika terdapat perbedaan diantara perlakuan, dilanjutkan  dengan uji  Beda pada taraf 0,05 atau 0,0 1. Peubah yang diamati  adalah mortalitas larva dan perkembangan&#13;
hama yaitu  persentase pupa yang terbentuk,  persentase image  yang muncul,  rata-rata waktu kematian,&#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa ekstrak serai  wangi  memiliki  pengaruh insektisida  terhadap larva  C.  binotalis  dengan  menghambt  perkembangan  larva menjadi  pupa serta pupa menjadi imago C.  binotalis.  Secars  umum semua aktivitas yang diberikan cenderung meningkat dengan meningkatnza konsentrasi  ekstrak. Pengaruh kematian  larva C.  binotalis  tertinggi  (72.50 persen).  persemase pupa yang terbentuk terendah (27.50 persen),  persentase imago yang mnuncul terendah (22.50 persen),  dan  rata-rata  waktu  kematian   larva  yang  tercepat  (2,53   hari)  pada konsentrasi  10  ml/L  larutan  ekstrak serai  wangi berbeda sangat nyata dengan konsentrasi lainnya,&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129838</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 15:46:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 15:46:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>