Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP CITRA BANGUNAN PADA MASJID RAYA BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Dina Septiyana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mirza Irwansyah - 196205261987101001 - Dosen Pembimbing I
Cut Dewi - 197807152002122002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2204204010008
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Arsitektur., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Citra bangunan dapat berpengaruh terhadap daya tarik manusia dan perhatian manusia terhadap bangunan tersebut. Citra bangunan berkaitan erat dengan karakter dan ciri khas yang akan menciptakan sebuah jati diri dan menjadi sebuah pembeda dengan bangunan lainnya. Banda Aceh merupakan salah satu kota bersejarah di Indonesia dan merupakan anggota dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Sebagai ibukota Provinsi Aceh, kota ini menyimpan berbagai memori dan informasi berharga, salah satunya adalah Masjid Raya Baiturrahman, sebuah situs bersejarah dan budaya yang penting. Masjid Raya Baiturrahman telah melalui berbagai proses sejarah dan mengalami beberapa tahap renovasi, yang mengakibatkan perubahan signifikan dalam aspek fisiknya. Penelitian ini mengeksplorasi perkembangan arsitektur Masjid Raya Baiturrahman, mengkaji transformasi fisik yang terjadi dari masa ke masa, serta dampaknya terhadap citra dan fungsi masjid sebagai pusat budaya dan keagamaan di Banda Aceh. Setelah renovasi Masjid Raya Baiturrahman dengan penambahan 12 payung hidrolik elektrik mengubah wajah baru Masjid Raya Baiturrahman yang diimplementasi dari Masjid Nabawi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi bentuk dan juga mengevaluasi citra bangunan dan persepsi pengunjung pada Masjid Raya Baiturrahman setelah adanya renovasi baru. Kajian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan teknik triangulasi sumber data (observasi, dokumentasi, dan wawancara). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi bentuk Masjid Raya Baiturrahman, mulai dari kubah pertama hingga penambahan payung dan renovasi, menunjukkan perubahan yang signifikan. Meskipun demikian, Masjid Raya Baiturrahman tetap mempertahankan citra bangunannya secara keseluruhan, dengan perubahan yang terjadi terutama pada kawasan sekitar masjid. Persepsi masyarakat terhadap Masjid Raya Baiturrahman sebagai bangunan ikonik menimbulkan berbagai aspek positif dan negatif. Aspek positif mencakup penghargaan terhadap upaya modernisasi dan peningkatan kenyamanan pengunjung, sementara aspek negatif terkait dengan penurunan nilai historis dan penghilangan beberapa elemen keunikan arsitektural asli. Penelitian ini mengungkapkan bahwa perubahan ini mencerminkan dinamika antara pelestarian warisan dan adaptasi terhadap kebutuhan kontemporer.
Building image can influence human attraction and attention toward the structure. The image of a building is closely related to its character and distinctiveness, which create a sense of identity and differentiate it from other buildings. Banda Aceh, a historic city in Indonesia and a member of the Indonesian Heritage Cities Network (JKPI), holds significant historical and cultural value as the capital of Aceh Province. Among its noteworthy sites is the Masjid Raya Baiturrahman, a key historical and cultural landmark. Masjid Raya Baiturrahman has undergone various historical processes and several stages of renovation, leading to significant physical changes. This study explores the architectural development of Masjid Raya Baiturrahman, examining the physical transformation over time and its impact on the mosque's image and function as a cultural and religious center in Banda Aceh. The recent renovation, which included the addition of 12 hydraulic electric umbrellas inspired by the Masjid Nabawi, has given Masjid Raya Baiturrahman a new face. This study aims to analyze the transformation in form and evaluate the building's image and visitor perceptions following the new renovation. The research employs a qualitative method with data triangulation techniques (observation, documentation, and interviews). The findings indicate that the transformation of Masjid Raya Baiturrahman, from its original dome to the recent addition of umbrellas and renovations, shows significant changes. Nevertheless, Masjid Raya Baiturrahman has largely maintained its overall building image, with changes primarily occurring around the mosque's surroundings. Public perception of Masjid Raya Baiturrahman as an iconic building presents various positive and negative aspects. Positive aspects include appreciation for modernization efforts and enhanced visitor comfort, while negative aspects involve a decline in historical value and the loss of some original architectural uniqueness. This study reveals that these changes reflect the dynamics between heritage preservation and adaptation to contemporary needs
IDENTIFIKASI SEMIOTIAK ORNAMEN PADA INTERIOR MASJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH (Jeliya Muchlisa, 2025)
UJI TINGKAT KEBISINGAN DI AREA SEBELAH TIMUR MASJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH (Muhammad Narazi, 2018)
PENGARUH ATMOSPHERICS DAN NILAI YANG DIRASAKAN TERHADAP NIAT PERILAKU MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG PADA MASJID RAYA BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH (NOVITA SARI, 2018)
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI BAGIAN UTARA MASJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH (Afrijal, 2019)
ANALISIS PERKEMBANGAN PERLUASAN BANGUNAN PADA MASJID RAYA BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH (ISRIZAL HELMI, 2025)