Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN STATUS PENGUASAAN LAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERLAKUAN USAHATANI DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
IKHSAN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0805102010140
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
PERBEDAAN STATUS PENGUASAAN LAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERLAKUAN USAHATANI DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR
Ikhsan/Agribisnis Universitas Syiah Kuala
ABSTRAK
Padi sawah adalah salah satu komoditi andalan Kabupaten Aceh Besar. Tingginya pendapatan petani padi sawah Di Kecamatan Simpang Tiga dikarenakan menggunakan sistem tanam jajar legowo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui perlakuan usahatani padi sawah berdasarkan status lahan dan untuk mengetahui perbandingan pendapatan petani padi sawah menurut status penguasaan lahan. Penelitian ini dilakukan Di Kecamatan Simpang Tiga dengan menggunakan metode cluster ramdong sampling. Data dianalisis dengan metode Analisis Pendapatan. Hasil penunjukan bahwa ; (1) Pendapatan usahatani padi sawah berdasarkan status penguasaan lahan terhadap perlakuan usahatani pada harga jual rata – rata yaitu kepemilikan lahan milik sendiri per petani yaitu sebesar Rp. 21.105.500,- per musim tanam untuk luas lahan 0,55 Ha, sedangkan pendapatan per hektar nya adalah Rp. 38.513.686. Pendapatan kepemilikan lahan sewa lebih sedikit dibandingkan milik sendiri yaitu Rp. 13.069.700 untuk luas lahan 0,43 dan Rp. 30.465.501 per hektar per musim tanam. Pada kepemilikan lahan bagi hasil pendapatan per petani adalah Rp. 11.072.300 untuk luas lahan 0,39 hektar sedangkan per hektarnya Rp. 28.610.594. Kepemilikan gadai memiliki pendapatan paling sedikit meskipun rata – rata luas lahan per petani lebih besar dari bagi hasil yaitu Rp 10.498.050 untuk luas lahan 0,41 hektar sedangkan per hektanya Rp. 25.730.515. (2) Perbandingan penerimaan dengan biaya usahatani padi sawah pada harga jual normal yaitu Rp. 4700 per Kg.
Kunci : Pendapatan, Perlakuan, Padi sawah.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH BERDASARKAN STATUS PENGUASAAN LABAN DI KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN (Zakiati, 2021)
PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP PETANI PEREMPUAN DI KABUPATEN ACEH BESAR (Desi Ade Trya, 2017)
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI BERDASARKAN STATUS PENGUASAAN LAHAN SAWAH IRIGASI DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA (CUT IDATUL FITRIAH, 2018)
PENGARUH STATUS PENGUASAAN LAHAN TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PETANI PADI SAWAH DI DESA LUTHU LAMWEU KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR (Alfian Syah Putra, 2020)
PENGARUH KEPEMILIKAN ASET TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI PADI DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR (Novianti, 2017)