<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129790">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEBUTUHAN DAN BIAYA MATERIAL PROYEK PEMBANGUNAN MIN 8 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AULIA SANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Material merupakan sumber daya krusial yang mempengaruhi biaya dan waktu proyek. Pengelolaan material yang efektif dapat meningkatkan kualitas proyek dan mengurangi biaya. Studi ini menyoroti pentingnya analisis kebutuhan material sejak awal proyek untuk menghindari penundaan dan biaya tak terduga. Meskipun penelitian tentang manajemen material telah dilakukan, analisis spesifik pada proyek konstruksi di Banda Aceh masih terbatas, menjadikan penelitian ini penting untuk perencanaan yang lebih baik. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan analisis kebutuhan dan biaya material  pada proyek konstruksi di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan biaya material pada proyek konstruksi di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapatkan dari Proyek Pembangunan Gedung Kelas di MIN 8 Banda Aceh, data tersebut kemudian dianalisis hingga dapat menjawab masalah dalam penelitian ini. Proses analisis dimulai dengan identifikasi kebutuhan material yang meliputi berbagai jenis bahan bangunan seperti semen, pasir, batu bata, besi, dan material lainnya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Data kebutuhan material dikumpulkan melalui studi lapangan, wawancara dengan tim proyek, dan referensi dari dokumen perencanaan proyek. Setelah data terkumpul, dilakukan perhitungan jumlah material yang dibutuhkan berdasarkan spesifikasi teknis dan volume pekerjaan. Selanjutnya, biaya material dihitung dengan mengalikan jumlah kebutuhan material dengan harga satuan material yang diperoleh dari penyedia lokal. Hasil analisis kebutuhan dan biaya material untuk proyek pembangunan MIN 8 Banda Aceh, yang mencakup 55 item material berbeda. Total biaya material yang dibutuhkan mencapai Rp.1.585.452.000,00. Dari total biaya tersebut, lima item material dengan biaya terbesar adalah semen portland, besi beton ulir, besi beton polos, Kayu klas III, dan granit 60x60. Semen portland memerlukan biaya sebesar Rp.297.235.000,00, besi beton ulir Rp.271.860.000,00, besi beton polos Rp.161.560.000,00 kayu klas III Rp.126.140.000,00, dan granit 60x60  Rp.86.000.000,00.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129790</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 13:12:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 14:35:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>