<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129783">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) SEBAGAI BACKUP POWER MASJID AL – MUKARRAMAH DI PULO ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD HABIBI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia adalah negara kepulauan yang tersusun dari beberapa pulau besar dan banyak pulau kecil.&#13;
Permasalahan yang sering terjadi terutama di pulau – pulau terpencil yaitu terlambatnya ataupun keterginggalan&#13;
dalam membangun infrastruktur yang memadai seperti di pulau besar. Salah satu contoh seperti ini terjadi di Kec.&#13;
Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Pulau ini hanya dapat diakses dengan menyebrang dari kota Banda Aceh selama&#13;
satu setengah jam. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kecamatan Pulo Aceh, pemerintah membangun&#13;
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) demi memenuhi kebetuhan listrik setiap penduduk. Karena&#13;
keterbatasan bahan bakar ataupun meningkatnya kebutuhan energi listrik sering terjadinya pemadaman. Solusi&#13;
bila terjadinya pemadaman yaitu memiliki backup power seperti generator ataupun baterai dan inverter. Untuk&#13;
generator juga memerlukan BBM sebagai bahan bakar yang dimana ketersediaan BBM di pulau tersebut terbatas&#13;
dengan harga yang relatif lebih mahal dibandingkan di Kota Banda Aceh. Dengan ketersediaannya cahaya&#13;
matahari serta waktu penyinaran yang cukup daerah tersebut memiliki potensi untuk membangun Pembangkit&#13;
Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai backup power saat terjadi pemadaman listrik. Berdasarkan hasil rancangan&#13;
dan data dilapangan, luas penampang panel surya yang diperlukan yaitu 6,9 m2&#13;
. Jenis panel surya yang digunakan&#13;
adalah jenis Monocrystalline 360 WP sebanyak 4 panel, MPPT 60 A, inverter low frequency 1000 VA dan sebagai&#13;
bank power yaitu baterai 48 V 100Ah sebanyak 2 buah. Panel surya dirangkai secara seri dan dipasang dengan&#13;
kemiringan 7° menghadap ke arah utara. Saat penelitian daya output PLTS terbesar didapat 1156 W dengan&#13;
intensitas cahaya matahari 866,6 W/m2.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129783</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 12:58:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 09:38:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>