<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129735">
 <titleInfo>
  <title>PENATAAN TAMAN KOTA BERBASIS MITIGASI TERMAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN PEMANFAATAN RUANG BERKELANJUTAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tri Yanda Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemanasan global merujuk pada peningkatan suhu tahunan akibat efek rumah kaca, polusi udara, deforestasi, dan penggunaan listrik yang berlebihan. Ruang terbuka hijau berperan dalam menurunkan suhu, namun berdasarkan observasi pada Taman Kota Trembesi BNI (TKTB) masih minimnya fasilitas dan vegatasi yang mempengaruhi kenyamanan, padahal kenyamanan termal pada RTH memiliki peran yang vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi polusi udara. Penelian ini berlokasi pada taman TKTB yang menjadi tempat rekreasi di Kota Banda Aceh dengan berbagai fasilitas yang bertujuan untuk mengetahui keadaan termal pada TKTB dan untuk mengetahui hubungan antara metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dengan metode Temperature Humidity Index (THI) untuk mengukur termal pada TKTB dengan menggunakan metode Kuantitatif, Penelitian ini diharapkan dapat mengkondisikan tingkat kenyamanan termal dengan memberi saran model desain taman kota berdasarkan aspek termal TKTB. Hasil pengukuran pada TKTB menunjukkan bahwa suhu udara di TKTB berkisar antara 25,3°C hingga 34,7°C dengan rata-rata 30,8°C, kelembaban berkisar antara 58% hingga 94% dengan rata-rata 69,4%, kecepatan angin berkisar antara 0,3 m/s hingga 4,3 m/s dengan rata-rata 1,96 m/s dan iluminansi cahaya matahari berkisar antara 3,73 Klux hingga 104,8 Klux dengan rata-rata 52,94 Klux. Hasil pengukuran dengan standar THI memiliki tingkat tidak nyaman pada kualifikasi termal dengan capaian nilai diatas 26oC, didukung dengan capaian nilai NDVI lebih condong ke tidak rapat yang berkisar antara 0,15 hingga 0,44 dengan warna kuning dan merah. Saran desain pada TKTB meliputi penambahan vegetasi hingga fasilitas penunjang. Penambahan vegetasi didasari dari hasil NDVI dengan tingkat kerapatan vegetasi pada TKTB yang masih cukup kurang rapat. Solusi yang disarankan dengan menambahkan beberapa vegetasi baru yang dapat memenuhi area TKTB yang masih tandus. Penambahan fasilitas penunjang seperti area kolam, area playground dan penambahan beberapa area tempat duduk menjadi salah satu saran memenuhi tingkat kenyamanan termal pada TKTB.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129735</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 11:26:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 15:24:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>