<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129725">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH MINIMUM QUANTITY LUBRICATION MINYAK NABATI DENGAN VARIASI NANOPARTIKEL MOLYBDENUM DISULFIDE PADA PROSES FACE MILLING SS-304 TERHADAP GAYA POTONG DAN KEKASARAN PEMUKAAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AHMAD HALIM SYAHPUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>proses pemesinan dengan mekanisme pemotongan logam merupakan praktek yang paling umum dan &#13;
sering digunakan. Kualitas pemotongan dan kekasaran permukaan yang baik menjadi tujuan yang sangat penting &#13;
dalam proses pemesinan. Dalam menjaga kualitas pemotongan, penggunaan pendingin dalam pemotongan &#13;
menjadi bagian yang sangat penting. Namun penggunaan pendingin konvensional memiliki efek yang merugikan &#13;
bagi kesehatan lingkungan karena nilai biodgribilitas yang rendah. Salah satu upaya untuk mengurangi &#13;
penggunaan pendingin yang berlebihan, pemilihan metode minimum quantity lubricant (MQL) menjadi pilihan &#13;
yang efektif. Sebagai langkah mengurangi pencemaran lingkungan akibat cairan pendingin, minyak nabati dapat &#13;
digunakan untuk menggantikan minyak konvensional, karena minyak nabati memiliki sifat ramah lingkungan, &#13;
bebas toksisitas dan mudah terurai. Penggunaan nanopartikel dalam cairaan pendingin dapat meningkatkan kulitas &#13;
konduktivitas termal, hal ini bernilai positif untuk meningkatkan kualitas pemotongan. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengkaji gaya potong dan kekasaran permukaan akibat proses facemilling SS-304 dalam kondisi kering &#13;
(dry), dan menggunakan MQL minyak nabati murni dan penambahan nanopartikel molydenum disulfide. Hasil &#13;
yang disajikan menunjukkan manfaat besar dalam penggunaan MQL pelumas minyak nabati dengan penambahan &#13;
nanopartikel molydenum disulfide. terkhusus pada penambahan nanopartikel 0.6%, dapat menghasilkan &#13;
penurunan gaya potong yang sangat signifikan dengan penurunan rata-rata hingga 37%, dibandingkan dengan &#13;
kondisi kering (dry), dan juga menghasilkan kualitas kekasaran permukaan yang baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129725</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 11:08:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 15:10:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>