Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MIKROZONASI WILAYAH TAPAKTUAN BERDASARKAN PENGUKURAN KECEPATAN GELOMBANG GESER (VS) MENGGUNAKAN METODE SPATIAL AUTOCORRELATION (SPAC)
Pengarang
Muhammad Akram Fadlillah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Muksin - 197406252000121001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2004107010051
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Geofisika., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan mikrozonasi wilayah Tapaktuan berdasarkan pengukuran kecepatan gelombang geser (Vs) menggunakan metode Spatial Autocorrelation (SPAC). Kota Tapaktuan memiliki karakteristik geologi yang kompleks dengan keberadaan formasi aluvium muda dan formasi gunungapi. Wilayah ini rentan terhadap gempa bumi karena berada di dekat zona subduksi dan patahan aktif, yang sering menyebabkan gempa dengan intensitas tinggi. Oleh karena itu, kajian terhadap nilai Vs penting dilakukan untuk memahami karakteristik tanah dan batuan bawah permukaan, yang berperan dalam amplifikasi gelombang seismik. Pengukuran kecepatan gelombang geser dilakukan pada 44 titik di Tapaktuan menggunakan metode SPAC. Data mikrotremor direkam dengan tiga geophone yang diatur dalam formasi segitiga dengan panjang sisi 17 meter. Analisis data menghasilkan nilai rata-rata kecepatan gelombang geser (Vs) pada kedalaman 0-30 meter. Hasil menunjukkan variasi nilai Vs yang signifikan di wilayah Tapaktuan. Daerah dengan endapan aluvium muda memiliki nilai Vs yang lebih rendah, menunjukkan sifat tanah yang lebih lunak. Sebaliknya, daerah dengan formasi batuan gunungapi memiliki nilai Vs yang lebih tinggi, menandakan tanah yang lebih padat. Nilai rata-rata Vs pada kedalaman 0-10 meter berkisar antara 101,285 m/s hingga 284,678 m/s, pada kedalaman 10-20 meter berkisar antara 101,285 m/s hingga 490,810 m/s, dan pada kedalaman 20-30 meter berkisar antara 101,285 m/s hingga 885,051 m/s. Peta sebaran nilai Vs yang dihasilkan memberikan informasi penting mengenai struktur bawah permukaan wilayah Tapaktuan. Data ini dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur dan mitigasi risiko gempa bumi di wilayah tersebut. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam upaya mengurangi dampak kerusakan akibat gempa bumi di Tapaktuan.
This study aims to conduct microzonation of the Tapaktuan area based on the measurement of shear wave velocity (Vs) using the Spatial Autocorrelation (SPAC) method. The city of Tapaktuan has complex geological characteristics with the presence of young alluvial formations and volcanic formations. This area is prone to earthquakes due to its proximity to subduction zones and active faults, which frequently cause high-intensity earthquakes. Therefore, assessing the Vs values is crucial to understanding the soil and rock characteristics, which play a role in the amplification of seismic waves. Shear wave velocity measurements were conducted at 44 points in Tapaktuan using the SPAC method. Microtremor data were recorded with three geophones arranged in a triangular formation with a side length of 17 meters. Data analysis yielded average shear wave velocity (Vs) values at depths of 0-30 meters.The results showed significant variations in Vs values across Tapaktuan. Areas with young alluvial deposits exhibited lower Vs values, indicating softer soil properties. In contrast, areas with volcanic rock formations had higher Vs values, indicating denser soil. The average Vs values at depths of 0-10 meters ranged from 101.285 m/s to 284.678 m/s, at depths of 10-20 meters ranged from 101.285 m/s to 490.810 m/s, and at depths of 20-30 meters ranged from 101.285 m/s to 885.051 m/s. The resulting Vs distribution maps provide important information about the subsurface structure of Tapaktuan. This data can be used as a reference in infrastructure planning and earthquake risk mitigation in the area. The study's findings are expected to contribute to efforts to reduce the damage caused by earthquakes in Tapaktuan.
KAJIAN KECEPATAN GELOMBANG GESER (VS) STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH BANDA ACEH DAN ACEH BESAR MENGGUNAKAN METODE SPATIAL AUTOCORRELATION (SPAC) (ALYA CAESNA OKTARI, 2024)
KAJIAN STRUKTUR DANGKAL AREA SEGMEN ACEH MENGGUNAKAN DATA MIKROTREMOR ARRAY (SUCI IZZIA PUTRI, 2020)
STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN WILAYAH ACEH TENGGARA MENGGUNAKAN METODE SPATIAL AUTOCORRELATION (SPAC) (SITI ROHAYA SYIFA, 2022)
KAJIAN KERENTANAN SEISMIK DAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DI WILAYAH ACEH TENGGARA BERDASARKAN DATA GELOMBANG MIKRO (WIWIK AYU NINGSIH, 2019)
IDENTIFIKASI KERENTANAN SEISMIK DAN KARAKTERISTIK BATUAN BERDASARKAN KOMBINASI PARAMETER SEISMIK DI WILAYAH ACEH BESAR, INDONESIA (Yusran, 2022)