<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129710">
 <titleInfo>
  <title>INDEX WALKABILITY  PADA KAWASAN PERDAGANGAN DAN JASA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Rifandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	Perencanaan Wilayah dan Kota</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Walkability adalah ukuran sejauh mana suatu daerah, kota, atau lingkungan dapat memfasilitasi dan mendorong aktivitas pejalan kaki. Kota Banda Aceh membangun jalur pedestrian di beberapa ruas jalan, salah satunya adalah Jalan Prof. Ali Hasyimi. Pada peta Pola Ruang Kota Banda Aceh tahun 2009-2029 menjelaskan bahwa pada kawasan ini diperuntukan sebagai kawasan perdagangan dan jasa. Pada ruas jalan ini juga ditemukan jalur pejalan kaki yang diarahkan untuk pengguna jalan kaki, namun pada kenyataannya jalur pejalan kaki digunakan sebagai tempat parkir dan area berjualan masyarakat setempat sehingga fasilitas ini tidak berjalan sebagaimana fungsinya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks walkability pada kawasan penelitian serta dapat memberikan rekomendasi terhadap pemerintah tentang permasalahan yang terjadi pada lokasi penelitian. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode dari  Asian  Development Bank, ADB  merupakan seuatu metode yang dikembangkan oleh Asian Development Bank yang berfokus pada pembangunan negara-negara  berkembang  pada  kawasan  asia, ADB  sendiri  memilik  9  parameter  yang dikembangkan dan setiap parameter tersebut memiliki bobot yang berbeda. Penelitian ini mengambil lokasi penelitian pada koridor jalan Prof. Ali Hasyimi kota Banda Aceh yang terbagi atas koridor A dan B kemudian koridor ini dibagi menjadi 4 segmen. Penilaian indeks walkability lingkungan jalur pejalan kaki yang menggunakan indeks walkability berdasarkan ADB pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dilakukan dalam menghitung  dan menilai kondisi serta indeks walkability pada jalur pedestrian. Hasil analisis menunjukkan nilai walkability pada koridor jalan Prof. Ali Hasyimi Kota Banda Aceh menunjukkan bahwa koridor ini tidak ramah bagi para pejalan kaki, dimana nilai indeks walkability pada koridor A sebesar 29 dan koridor B 27,5 kedua koridor ini memperoleh nilai</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129710</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 10:48:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 14:58:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>