Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KAWASAN PERKOTAAN PUSAT IBUKOTA KARANG BARU DAN KOTA KUALA SIMPANG
Pengarang
Rayhan dara fhounna - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zahrul Fuady - 196903192000031001 - Dosen Pembimbing I
Arief Gunawan - 198908012021021101 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2004110010058
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ruang terbuka hijau publik merupakan salah satu penunjang yang sangat berpengaruh
dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan
Peraturan Menteri ATR/KBPN Nomor 14 Tahun 2022 Penyediaan RTH Publik
sebesar 20%. Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan Pusat Ibukota
Karang Baru dan Kota Kuala Simpang belum mencapai 20% dari luas wilayah. Oleh
karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi ketersediaan RTH publik dan
menghitung tingkat kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kawasan Perkotaan
Pusat Ibukota Karang Baru dan Kota Kuala Simpang. Penelitian ini merupakan
penelitian mix methods dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Menggunakan
teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Variabel yang digunakan adalah
kuantitas dan kualitas, ketersebaran, keterlayanan, keterjangkauan dan kebutuhan
RTH publik. Penelitian ini menggunakan teknik analisis spasial dengan metode,
Nearest Neighbor pada software Arcgis 10.4, Buffering pada software Arcgis 10.4,
analisis skoring dengan pengukuran menggunakan skala likert, dan analisis kuantitatif
dengan menggunakan persamaan rumus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
ketersediaan eksisting RTH publik sebesar 19,18 ha atau 0,49% dari luas kawasan
perkotaan dan berdasarkan perhitungan IHBI sebesar 38,09 Ha atau 0,93% dari luas
kawasan perkotaan. Kebutuhan RTH publik berdasarkan luas wilayah sebesar 817,77
Ha dan kebutuhan RTH publik berdasarkan jumlah penduduk dalam jangka waktu 20
tahun kedepan sebesar 119,81 ha. Kondisi ini belum mencukupi kebutuhan RTH
Publik. Oleh karena itu untuk tindak lanjut dalam melengkapi selisih kekurangan
kebutuhan RTH Publik dilakukan rekomendasi penambahan RTH publik di Kawasan
Perkotaan Pusat Ibukota Karang Baru dan Kota Kuala Simpang.
Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau Publik, Ketersediaan, Kuantitas, Kualitas,
Ketersebaran, Keterjangkauan, Keterlayanan, Kebutuhan
Public green open space is a very influential support in improving the quality of the environment and the quality of life of the community. Based on the Minister of ATR/KBPN Regulation Number 14 of 2022, the provision of public open space is 20%. The availability of green open space in the Central Urban Area of the Capital City of Karang Baru and Kuala Simpang City has not yet reached 20% of the area. Therefore, the aim of this research is to investigate the availability of public green open space and calculate the level of need for public green open space in the Central Urban Area of the Capital City of Karang Baru and Kuala Simpang City. This research is a mixed methods research with qualitative and quantitative approaches. Using primary and secondary data collection techniques. The variables used are quantity and quality, distribution, serviceability, affordability and community green open space needs. This research uses spatial analysis techniques with the method, Nearest Neighbor in Arcgis 10.4 software, Buffering in Arcgis 10.4 software, scoring analysis with measurements using a Likert scale, and quantitative analysis using formula equations. The results of this research show that the availability of public green open space is 19.18 ha or 0.49% of the urban area and based on IHBI calculations it is 38.09 Ha or 0.93% of the urban area. The need for public green open space based on area is 817.77 ha and the need for public green open space based on population over the next 20 years is 119.81 ha. This condition is not sufficient for public green open space needs. Therefore, as a follow-up to complete the gap in the shortage of public green open space needs, a recommendation was made to add public green open space in the Central Urban Area of the Capital City of Karang Baru and Kuala Simpang City. Keywords: Public Green Open Space, Availability, Quantity, Quality, Widespreadness, Affordability, Serviceability, Need
IMPLEMENTASI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM WILAYAH KOTA BANDA ACEH (Ikhlas Saradiwa, 2017)
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA LHOKSEUMAWE (Dwi Silviana, 2019)
EVALUASI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEH SECARA SPASIAL MENURUT INDEKS HIJAU-BIRU INDONESIA (UWAIS AL-AMIN, 2024)
ANALISA SPASIAL RUANG TERBUKA HIJAU (STUDI KASUS : KOTA BANDA ACEH (Attabari Aldin, 2013)
KAJIAN PENATAAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI KAWASAN PASAR ACEH KOTA BANDA ACEH (Nora Damayanty, 2017)