<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129691">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANCANGAN SCIENCE CENTER DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SINDY AMELIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) membuat negara berlomba-lomba dalam melakukan inovasi teknologi. Namun kemajuan iptek tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah terkait, masyarakat juga harus ikut andil dalam perkembangannya. Oleh karena itu, dibutuhkan fasilitas yang dapat mendukung perkembangan iptek seperti science center. Science center adalah sebuah institusi dengan misi untuk meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dengan peningkatan kualitas pameran, program publik serta pemasaran ilmu pengetahuan (Falk &amp; Needham, 2011). Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mendorong setiap daerah untuk memiliki science center guna mencerdaskan bangsa.&#13;
Kota Banda Aceh sebagai pusat pendidikan di Aceh idealnya memiliki fasilitas pendukung iptek sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya serta menjadikan kota ini memiliki peradaban yang tinggi. Laporan ini bertujuan untuk merancang sebuah science center di Banda Aceh menggunakan pendekatan green building berupa prinsip tata guna lahan, efisiensi energi dan konservasi air. Pendekatan ini diambil supaya dapat memperlihatkan bukti nyata dari perkembangan iptek dalam bidang arsitektur kepada masyarakat umum. Laporan ini disusun menggunakan metode analisis yang didukung oleh beberapa hasil observasi dan literatur. &#13;
Berdasarkan hasil analisis perancangan, maka science center ini akan dirancang dengan menerapkan sistem passive design, rain dan grey water harvesting, penggunaan photovoltaic serta beberapa sistem penunjang lainnya.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Science Center, Iptek, Green Building, Efisiensi Energi, Tata Guna Lahan, Water harvesting&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129691</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 10:27:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 11:32:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>