<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129690">
 <titleInfo>
  <title>ADSORPSI SISTEM BINER METILEN BLUE-METIL ORANGE MENGGUNAKAN ADSORBEN MONOLIT BERBASIS CANGKANG KEMIRI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farid Nanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Limbah cair dari berbagai industri terutama zat warna apabila tidak dikelola dengan baik akan mencemari lingkungan dan mengurangi kualitas air. Pewarna  metil orange dan metilen biru  merupakan zat warna yang umum digunakan  dalam  berbagai industri. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektifitas kinerja adsorben AC-Clay dengan penambahan molase berbentuk monolit dalam mengadsorpsi zat warna dalam limbah cair. Karbon aktif yang digunakan disini adalah cangkang kemiri yang merupakan limbah biomassa. Penelitian dilakukan dengan menguji zat warna MB dan MO secara single dan biner dengan perbandingan konsentrasi 1:1, 2:1 dan 1:2. Karakteristik adsorben yang disintesis dari cangkang kemiri dan cangkang kemiri dengan molase dipelajari pada langkah awal. Diperoleh bentuk kristalin dari adsorben CK dan CKM yaitu berbentuk kristal dengan luas permukaan sebesar 471.741 m2/g, dan 480.454 m2/g. Gugus fungsi yang terdapat pada adsorben cangkang kemiri tanpa molase (CK) dan dengan molase (CKM) yaitu gugus OH, C-H, dan C-O. Morfologi adsorben CK yang memiliki permukaan yang kasar dan tidak rata dengan pori-pori dan rongga yang terlihat tidak beraturan. Sedangkan  CKM morfologi permukaan yang lebih kompleks. Pengujian termal adsorben dengan molase (CKM) cenderung terus terdekomposisi setiap penambahan temperatur dibandingkan dengan adsorben tanpa molase (CK). Kurva standar yang dihasilkan pada yaitu R2 untuk metilen blue yaitu 0,97 dan R2 untuk metil orange 0,96. Tahap akhir yaitu adsorben diuji kinerja terhadap metil orange dan metilen biru. Adsorben CK dan CKM adsorpsi cenderung terus terjadi sampai menit ke 120 menit. Persentase adsorpsi sebesar 84,09 % pada metilen biru dan 71,9% pada metil orange. Sedangkan untuk adsorben CK persentase efisiensi yaitu 62,9% untuk metilen biru dan 55,6% untuk metil orange. Perbandingan rasio biner sangat mempengaruhi persentase adsorpsi. Kinetika adsorpsi pada larutan metil orange dan metilen biru sesuai untuk pseudo adsorpsi orde 1 dan orde 2. Untuk larutan biner dengan rasio 1:1, 1:2 dan 2:1 kinetika lebih sesuai pseudo adsorpsi orde 2. Sedangkan model isotherm yang didapat untuk larutan non biner yaitu model Isotherm Langmuir.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129690</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 10:20:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 15:32:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>