RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN PADI SERTA SERAPAN N. P DAN K PADA TANAH SAWAH INTENSIFIKASI AKIBATRNPEMBERIAN HARA MIKRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN PADI SERTA SERAPAN N. P DAN K PADA TANAH SAWAH INTENSIFIKASI AKIBATRNPEMBERIAN HARA MIKRO


Pengarang

Yessy Agusniar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9951121738

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Yessy Agusniar. Respon Pertumbuhan Tanaman Padi serta Serapan N, P dan K pada Tanah sawah Intensifikasi Akibat Pemberian Hara Mikro, di bawah bimbingan Bapak Sufardi sebagai ketua dan lbu Yusnizar sebagai anggota.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman padi serta serapan N, P dan K pada tanah sawah intensifikasi akibat pemberian hara mikro.
Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dan Laboratorium kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung sejak Mei sampai dengan Agustus 2004.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 7 (tujuh) perlakuan pemupukan yang disusun berdasarkan teknik omisi (substraksi) dengan 3 ulangan. Perlakuannya yaitu pupuk N, P, K dan hara mikro
(Fe, Zn, Mo, Mn, Cu dan 8). Benih yang dip.akai adalah Varietas widas. Jenis pupuk yang digunakan adalah Urea, SP-36 dan Kcl. Tanah yang digunakan adalah tanah sawah intensifikasi yang diambil dari Desa Seulanga
kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman padi umur 15, 30, 45 dan 60 hari setelah tanam, jumlah anakan tanaman padi umur 15, 30, 45 dan 60 hari setelah tanam, berat kering bagian atas dan berat kering akar serta serapan hara makro (N, P, K).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan hara mikro dengan teknik omisi berpenganin nyata terhadap jumlah anakan pada umur 15 hari setelah tanam, berat kering bagian atas tanaman serta serapan hera P dan K. Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30, 45 dan 60 hari setelah tanam, jumlal anakan pada umur 30, 45 dan 60 hari setelah tanan, berat kering akar dan serapan N. Tanaman tertinggi secara umum dijumpai pada perlakuan pemberian hara lengkap tanpa Fe (C- Fe), sedangkan jumlah anakan terbanyak tidak sama antara umur 15, 30, 45 dan 60 hari setelah tanam pada setiap perlakuan. Jumlah anakan terbanyak pada umur 15 hari setelah tanam dijumpai pada perlakuan pemberian hara lengkap tanpa 8 (C-B), pada umur 30 hari setelah tanam dijumpai pada perlakuan pemberian hara lengkap (kontrol), sedangkan pada umur 45 dan 60 hari setelah tanam dijumpai pada perlakuan pemberian hara lengkap tanpa Mn (C-Mn). Berat kering bagian atas dan berat kering char tertinggi dijumpai pada perlckuan pemberian hara lengkap (kontrol). Serapan hara N dan K tertinggi dijumpai pada perlakuan pemberian hara lengkap (kontrol), sedangkan serapan P tertinggi dijumpai pada perlakuan pemberian hara lengkap tanpa Fe (C-Fe).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK