<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129660">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS TEPUNG DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK DENDENG P PAKIS SAYUR (DIPLAZIUM ESCULENTUM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Martina Fitri Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pakjs sayur (Diplazium esculentum) merupakan sejenis pakis yang biasa  dimakan sebagai sayuran oleh penduduk di Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik.  Belum ada penelitian yang menjadikan pakis sayur sebagai produk olahan yang&#13;
dapat   dimakan   kapan   saja   dan   disimpan   dalam  jangka   panjang.   Seiring  berkembangnya  teknologi,   dendeng  tidak  hanya  dibunt  dari  bahan  hewani.  Namun,  dendeng juga  dapat  dibuat  dari  sumber  nabati.  Pakis  sayur  memiliki kadar serat yang tinggi, hal inilah yang menjadi dasar untuk mengolah pakis sayur  menjadi  dendeng  nabati  layaknya  dendeng jantung  pisang  dan  dendeng  nabati  lainnya  yang  telch  dikenal  oleh  masyarakat.  Agar  karakteristik   dendeng  pakis yang dihasilkan mirip dengan dendeng pada umumnya, maka penambahan tepung  sebagai    bahan    pengisi    dan   suhu   pengeringan   menggunakan   oven   agar mendapatkan panas yang optimal saat pengeringan  merupakan fattor yang perlu  dipelajari, karena diduga dapat mempenganihi karakteristik dendeng pakis yang  dihasilkan.&#13;
               Metode rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan  Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah  jenis tepung (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu tepung tapioka (P1), tepung sagu&#13;
(P2)  dan tanpa tepung (P3).  Faktor kedua adalah variasi  suhu pengeringan  (T)  yang terdiri dari tiga taraf yaitu, T1  = 65°C, T2 = 70°C dan T3  = 75°C dengan  lama pengeringan 7 jam, dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan &#13;
percohaan.  Dalam  penelitian  ini  hal-hal  yang  telah  diteliti  diantaranya  adalah   analisis kadar air, kadar abu, kadar  protein untuk pakis segar dan analisis kadar  air,  kadar  abu,  kadar  protein,  uji  total  mikroorganisme  dan  uji   organoleptik  dendeng pakis sebelum dan sesudah digoreng.&#13;
               Dari  hasil  penelitian  diperoleh  bahwa  faktor  perlakuan  jenis  tepung  berpengaruh  sangat  nyata  (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129660</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 08:55:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 08:55:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>