<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129659">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN KANTOR BUPATI ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raudhatul Munira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh adalah provinsi dengan otonomi khusus yang mengatur pemerintahan daerah melalui undang-undang. Kabupaten Aceh Barat, sebagai bagian dari provinsi Aceh, menunjukkan perkembangan pesat dalam sektor ekonomi, sosial budaya, jumlah penduduk, dan politik. Pemekaran wilayah menjadi strategi penting untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dalam pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan daerah.&#13;
Namun, studi menunjukkan peningkatan jumlah pegawai di Kantor Bupati Aceh Barat setiap tahunnya tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu, diperlukan penerapan sistem satu atap untuk menyederhanakan jalur administrasi dan mengoptimalkan kinerja pegawai.&#13;
Kabupaten Aceh Barat juga menghadapi risiko bencana banjir, terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla, yang sering kali mempengaruhi wilayah tersebut. Mengingat tantangan ini, diperlukan pembangunan kantor baru yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai tempat evakuasi saat bencana terjadi. Rancangan Kantor Bupati baru ini diharapkan dapat mengakomodasi semua kegiatan pelayanan publik dan menjadi tempat evakuasi yang efektif, sesuai dengan standar dan pertimbangan tanggap bencana.&#13;
Dengan pendekatan yang mengutamakan kesiapsiagaan terhadap bencana, bangunan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pelayanan publik serta melindungi masyarakat saat terjadi bencana alam.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Kabupaten Aceh Barat, Pemekaran, Kantor Bupati, Tanggap Bencana</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>OFFICE BUILDINGS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.23</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129659</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 08:51:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 15:53:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>