<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129620">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS GEOKIMIA DAN STATUS MUTU AIR DI AREA PENAMBANGAN MINYAK TRADISIONAL RANTAU PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulfa Ul Husna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Pertambangan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi manusia, tetapi juga untuk pertanian, industri, dan ekosistem alam. Ketersediaan air bersih yang memadai sangat penting untuk mendukung kesehatan, pertumbuhan tanaman, serta kelangsungan hidup hewan dan organisme lainnya. Rantau Peureulak merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Aceh Timur yang mempunyai sumber daya minyak bumi yang melimpah Namun, keberadaan sumber daya ini juga membawa tantangan tersendiri, terutama terkait dengan kualitas air di wilayah tersebut. Aktivitas penambangan minyak tradisional yang intensif berdampak pada lingkungan sekitar, khususnya pada kualitas air. Tujuan penelitian ini adalah menilai kualitas air di Rantau Peureulak berdasarkan standar baku mutu air Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengujian laboratorium, deskripsi hasil, metode CCME-WQI dalam penentuan status mutu air. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah dengan pencemaran berat terletak di bagian barat laut Rantau Peureulak. Parameter yang diuji menunjukkan nilai konsentrasi tertinggi yaitu, suhu (33 ˚C), pH (8.96), NO2 (1.9 mg/L), TDS (4968 mg/L), COD (69 mg/L), BOD (6.9 mg/L), dan minyak &amp; lemak (7.5 mg/L). Dari tujuh parameter yang diuji, lima di antaranya (Suhu, TDS, COD, BOD dan minyak &amp; lemak) tidak memenuhi standar baku mutu air kelas II sesuai dengan PP No.22 Tahun 2021. Hasil penentuan status mutu air menggunakan metode MMCE-WQI mendapatkan nilai 50.9 dan mengindikasikan air di Rantau Peureulak tergolong dalam kategori kategori (Marginal) yaitu kualitas air terancam dan terganggu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129620</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 21:30:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 12:27:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>