ANALISIS CAMPUR KODE DALAM PENGGUNAAN BAHASA SEHARI-HARI MASYARAKAT JAWA DI KAMPUNG KEURAMAT, KUTA ALAM, BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS CAMPUR KODE DALAM PENGGUNAAN BAHASA SEHARI-HARI MASYARAKAT JAWA DI KAMPUNG KEURAMAT, KUTA ALAM, BANDA ACEH


Pengarang

Nanang Prabantara - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Herman R - 198304202015041002 - Dosen Pembimbing I
Maya Safhida - 198410282019032017 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1706102010032

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Indonesia., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Masyarakat Jawa di Gampong Keuramat, Kuta Alam, Banda Aceh merupakan penutur bilingualisme. Pada wilayah provinsi Aceh penyebutan kampung/desa disebut dengan Gampong yang merupakan serapan dari bahasa Aceh yang artinya adalah kesatuan masyarakat hukum yang berada di bawah mukim dan dipimpin oleh Geuchik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan campur kode dalam masyarakat Jawa di Gampong Keuramat. Sumber penelitian ini adalah tuturan masyarakat Jawa di Gampong Keuramat, Kuta Alam, Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah mentode kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah desriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa campur kode dalam bentuk kata sebanyak 37 data, campur kode bentuk frasa 8 data, campur kode bentuk klausa 3 data, campur kode bentuk perulangan kata 12 data, campur kode idiom/ungkapan 6 data, dan tidak ditemukan bentuk campur kode baster dalam penelitian ini. Jenis campur kode ke dalam (inner code mixing) ditemukan sebanyak 17 bentuk kata dalam bahasa Jawa, 3 data dalam bahasa Aceh dan 1 data dalam bentuk bahasa Indonesia, bentuk frasa 8 data dalam bahasa Jawa, bentuk klausa 3 data bahasa Jawa, bentuk perulangan kata 12 data bahasa Jawa, dan bentuk idiom/ungkapan 6 data bahasa Jawa. Pada jenis campur kode ke luar (outer code mixing) ditemukan 16 data bahasa Inggris dalam bentuk kata.

The Javanese community in Gampong Keuramat, Kuta Alam, Banda Aceh are bilingual speakers. In the province of Aceh, the term for a village is called Gampong, which is an absorption from the Acehnese language, meaning a legal community unit under a mukim and led by a Geuchik. This study aims to describe code mixing in Javanese society in Gampong Keuramat. The source of this study is the speech of Javanese society in Gampong Keuramat, Kuta Alam, Banda Aceh. The method used is a qualitative method. The approach in this study is qualitative descriptive. The results of the study showed that there were 37 data of code mixing in the form of words, 8 data of code mixing in the form of phrases, 3 data of code mixing in the form of clauses, 12 data of code mixing in the form of word repetitions, 6 data of code mixing in idioms/expressions, and no baster code mixing was found in this study. The type of inner code mixing found was 17 word forms in Javanese, 3 data in Acehnese and 1 data in Indonesian, 8 data in Javanese phrase form, 3 data in Javanese clause form, 12 data in Javanese word repetition form, and 6 data in Javanese idiom/expression form. In the outer code mixing type, 16 English data were found in the form of words.

Citation



    SERVICES DESK