<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129592">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEGAGALAN PIPA SUPERHEATER BOILER ADVANCE KAPASITAS 45 TON PADA PABRIK KELAPA SAWIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REZA ANANDA W SYAHPUTRA R</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Boiler adalah bagian penting yang berfungsi menghasilkan steam untuk mengalirkan panas ke berbagai proses pada industri kelapa sawit. Pipa superheater boiler sering mengalami kegagalan, terutama berupa pecah. Penelitian ini dimulai dengan pengujian komposisi kimia pada pipa superheater boiler, yang menunjukkan bahwa pipa ini adalah baja karbon rendah (0.228 C) dan diklasifikasikan sebagai ASTM A210 Grade C. Uji lainnya meliputi pengujian kekerasan, pengamatan struktur mikro, dan analisis SEM (Scanning Electron Microscopy). Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa pipa yang masih baik memiliki kekerasan rata-rata 143 HV, sementara pipa yang gagal memiliki kekerasan 140 HV. Hasil SEM menunjukkan adanya retakan dan patahan yang bersifat ulet serta retakan intergranular pada permukaan pipa. Deformasi yang diamati akibat operasi jangka panjang pada suhu dan tekanan tinggi, diikuti oleh pelunakan dan erosi oleh fluida yang menipiskan dinding pipa seiring waktu. Penipisan ini mengurangi kemampuan pipa untuk menahan beban kerja dan menyebabkan pecah pada pipa. Hasil simulasi menunjukkan bahwa faktor intensitas tegangan (KI) sebesar 69.71 MPa.m1/2 yang lebih besar dari nilai ketangguhan retak material tersebut (KIC) yaitu sebesar 52,23 m1/2 MPa. Maka hal ini terbukti bahwa pada area cacat awal, lebih besar dari nilai ketangguhan retak material (KI &gt; KIC).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129592</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 17:11:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 07:46:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>