PERTUMBUHAN BIBIT MANGGA (MANGIFERA INDICA L.) PADA BERBAGAI PERLAKUAN PEMOTONGAN KULIT BENIH DAN KONSENTRASI ROOTONE F | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERTUMBUHAN BIBIT MANGGA (MANGIFERA INDICA L.) PADA BERBAGAI PERLAKUAN PEMOTONGAN KULIT BENIH DAN KONSENTRASI ROOTONE F


Pengarang

Dini Agustina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0051111513

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mendapat kan pertum buhan bibit mangga yang baik dan pengaruh interaksi antara pemotongan kulit benih benih dan konsentrasi Rootone F terhadap pertumbuhan bibit mangga.
Penetitian ini dilakukan di Berawe Garden, Jalan T. Iskandar Muda, Banda
Aceh sejak Januari sampi dengan Maret 2006. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3x 4 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah perlakuan mekanis kulit benih yang terdiri atas biji mangga tanpa dikupas kulit benih (control), dikupas 1/3 bagian ujung, dikupas ½ bagian kulit benih dan dikupas seluruh kulitnya. Selanjutnya faktor konsentrasi Rootone F terdiri atas 0, 40 dan 80 mg/1 air. Peubah yang diamati yaitu tinggi bibit, jumlah daun, diameter pangkal batang, panjang daun dan lebar daun.
Hasit penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara pemotongan kulit benih dengan perlakuan Rootone F terhadap pertumbuhan bibit mangga. Pada faktor pemotongan kulit benih bepengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit, jumlah daun, panjang daun umur 45 dan 60
HST, lebar daun, diameter batang umur 60 HST, serta berpengaruh tidak nyata
terhadap panjang daun umur 30 HST dan diameter batang pada umur 30 dan 45
HST. Pemotongan kulit benih yang terbaik dijumpai pada perlakuan dengan
mengupas seluruh kulitnya. Penggunaan konsentrasi Rootone F berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 30 HST, panjang daun umur 45 dan 60
HST. serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi bibit umur 45 dan 60 HST, jumlah daun, panjang daun umur 30 HST, lebar daun dan diameter batang. Konsentrasi Rotone F yang terbaik dijumpai pada konsentrasi 40 mg/I air.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK