<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129580">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH   KONSENTRASI   NAA  DAN  BA  TERHADAP   REGENERASI  EKSPLAN MATA  TUNAS  JAHE  MERAH   (ZINGIBER  OFFICINALE  VAR.  AMARUM)  SECARA   IN  VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan  Penelitian  ini  adalah   untuk  mengetahui  konsentrasi  NAA  dan  BA yang   tepat   serta   ada   tidaknya   interaksi   antara   kedua   faktor   tersebut   terhadap regenerasi  eksplan  mata tunas  tanaman jahe merah secara In Vitro.&#13;
Penelitian    ini    dilaksanakan   di   Laboraturium    Kultur   Jaringan    Tanaman&#13;
Fakultas  pertanian  Universitas  Syiah  Kuala Banda Aceh  sejak  tanggal  27 November&#13;
2006   sampai   8   Januari   2007.      Penelitian    ini   dilakukan    dengan   menggunakan Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL) pola faktorial 2 x 5  dengan  3  ulangan. Faktor yang diteliti  adalah  konsentrasi NAA  yang  terdiri  dari  dua  taraf yaitu  0,1  mg/1   dan  0.2 mg/1 sedangkan  faktor konsentrasi BA  terdiri dari 5  taraf yaitu 0  mg/I, 0.5 mgl,  1.0 mg/I.,  1.5  mg/l  dan 2.0 mg/l.&#13;
Peubah-peubah   yang  diamati  adalah  saat  inisiasi  tumbuh  hari  setelah  tanam (HST),  tinggi  tunas  (cm),  jumlah  tunas  (buah),  jumlah  akar  (buah)  pada  umur  6 minggu setelah tanam (MST), persentase hidup, persentase mati dan persentase kontaminasi.&#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  perlakuan   konsentrasi  NAA berpengaruh   nyata  terhadap   tinggi  tunas  umur  6  Minggu   Setelah  Tanam   (MST), namun  konsentrasi  NAA   tidak  berpengaruh   nyata  terhadap   saat  inisiasi  tumbuh, jumlah  tunas dan jumlah  akar umur 6 MST.   Perlakuan  NAA  terbaik  diperoleh  pada konsentrasi  0.2 mg/I.&#13;
&#13;
Konsentrasi   BA  berpengaruh   sangat  nyata  terhadap   tinggi   tunas  umur  6&#13;
&#13;
&#13;
MST. Namun, konsentrasi BA tidak berpengaruh  nyata terhadap  saat inisiasi tumbuh, jumlah  tunas  dan  jumlah   akar  umur 6 MST. Perlakuan   BA terbaik   diperoleh  pada konsentrasi  1,0 mg/I.&#13;
Terdapat   interaksi   yang   sangat   nyata   antara   konsentrasi   NAA   dan   BA&#13;
terhadap jumlah tunas dan terdapat  interaksi  yang nyata terhadap  tinggi  tunas umur 6&#13;
MST,  namun  tidak   terdapat   interaksi  yang  nyata  terhadap   saat  inisiasi  tumbuh, jumlah  akar umur 6 MST.  lnteraksi  terbaik  diperoleh  pada  kombinasi  NAA  0,2 mg/I dan konsentrasi  BA 1,0  mg/I.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129580</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 16:38:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 16:38:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>