<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129562">
 <titleInfo>
  <title>POLA GERUSAN  DI HILIR BENDUNG DENGAN PEREDAM ENERGI TIPE BUCKET PADA MODEL BENDUNG LHOK GUCI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elvi Zahara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konstruksi   yang  dibangun  melintang  sungai   mengakibatkan  gerusan  di   hilir setelah pembendungan sehingga perlu dilakukan pengukuran kedalaman gerusan yang terjadi.  Mengingat besamya biaya dan tingkat kesukaran yang tinggi  untuk melakukan  pengukuran  langsung  di  lapangan  maka  dilakukan  uji   model  fisik. Model  fisik adalah suatu bentuk tiruan yang lebih  kecil dari  prototipe.  Uji  model perlu dilakukan untuk menjawab permasalahan hidraulik yang masih diragukan di lapangan.  Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui  pola gerusan yang terjadi  di hilir bendung  dengan  peredam energi  tipe  bucket.  Lingkup  penelitian  ini  yaitu mengukur kedalaman gerusan di bagian hilir. Penelitian  ini  dilakukan pada model bendung dengan skala model  tak distorsi  nh,=n1=80  yang menggunakan kesamaan sebangun geometrik,  kinematik dan dinamik dengan 4 variasi  perlakuan.  Tipe  1 adalah kondisi  eksisting model  Bendung Lhok Guci dengan peredam energi  tipe bucket  yang  dilengkapi  gigi  pada ambang  ujung,  serta  pelindung  dasar  sungai setelah pembendungan dengan kemiringan  1  :    8.  Tipe II tanpa gigi  pada ambang ujung. Tipe III dilengkapi gigi dan kemiringan pelindung dasar sungai  1     :    6.   Tipe IV   tanpa  gigi   pada  ambang  ujung.   Kemiringan  dasar  sungai   di   hilir  adalah&#13;
1=0,008.   Debit  yang  digunakan  adalah  debit  banjir  model  Q2  Q25  Q100  yang dialirkan selama 45 menit untuk masing-masing debit. Variasi  debit yang dipakai&#13;
merupakan debit pada saat kering, normal, dan banjir.  Kedalaman gerusan yang terjadi diukur dengan menggunakan point gauge pada sejumlah titik dengan jarak melintang dan memanjang  10 cm. Data hasil pengukuran ditampilkan berupa peta kontur yang diperoleh  dengan  menggunakan program Surfer dan  cross  section yang  diperoleh  dengan  program  PCLP  (Plan,  Cross  Section  and  Longitudinal profile  Program).  Berdasarkan  analisa terhadap  cross section  diperoleh  bahwa Tipe I  yaitu peredam energi tipe bucket yang dilengkapi gigi serta pelindung dasar sungai setelah pembendungan dengan kemiringan 1   :    8, lebih baik dalam mengendalikan gerusan dibandingkan peredam energi tanpa gigi dan kemiringan pelindung dasar sungai yang curam.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129562</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 16:03:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 16:03:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>