ANALISIS SIFAT TERMOFISIK UDARA RUANG PENYIMPANAN BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) KERING (STUDI KASUS PADA GUDANG PT. ARMAJARO DI KAB. PIDIE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS SIFAT TERMOFISIK UDARA RUANG PENYIMPANAN BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) KERING (STUDI KASUS PADA GUDANG PT. ARMAJARO DI KAB. PIDIE)


Pengarang

Saiful bahri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705106010039

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kakao salah satu komoditi pertanian yang menjadi produk andalan ekspor di pasar Intemasional. ICCO (International Cocoa Organization) memprediksikan tahun 2011 akan terjadi peningkatan konsumsi cokJat di dunia pada level 4, 1 juta ton. Namun biji kakao kering yang diekspor dari Indonesia ke negara - negara konsumen bermasalah dari segi mutu. Mutu kakao Indonesia berada pada level yang rendah, karena penangganan pasca panen yang kurang baik. Kadar air biji kakao pada saat penyimpanan harus berada pada kisaran 7.5 %. Penyimpanan biji kakao bertujuan untuk mempertahankan mutu sebelum pengolahan lanjutan dilakukan. Gudang penyimpanan kakao harus memiliki sanitasi yang baik serta distribusi udara yang tepat.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sifat tennofisik udara ruang penyimpanan biji kakao kering pada PT. Armajaro terhadap peningkatan kadar air yang menjadi penyebab kerusakan mutu selama penyimpanan. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah termometer air raksa, moisture tester (alat ukur kadar air), anemometer (alat ukur kecepatan udara) mistar/penggaris, meteran dan moist air state calculator /grafik psikometrik. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah biji kakao yang telah dikemas dalam karung goni seberat 62,5 Kg/karung dan akan digudangkan pihak PT. Armajaro.
Berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan oleh Badan Standarisasi
Nasional Indonesia (BSNI) No. 7331 Tahun 2007 gudang biji kakao kering PT. Armajaro wilayah Kabupaten Pidie Provinsi Aceh tergolong gudang tipe A. Kapasitas gudang PT. Armajaro untuk penyimpanan dalam bentuk curah atau silo sebesar ± 305.715 ton dan sebesar 144 ton untuk penyimpanan karung pola ikatan kunci-8.
Distribusi suhu dalam gudang pada beberapa titik pengukuran didapatkan selisih ± 2 C lebih besar dekat komoditi dibandingkan pada titik lainnya dan suhu dekat pintu loading/unloading secara umum sama dekat ventilasi. Distribusi RH di dalam gudang selisih ± 10 % pada masing-masing titik pengukuran. Secara umum distribusi suhu lingkungan selisih ± 2C lebih besar dibandingkan di dalam gudang dan RH selisih ± 15 % lebih kecil. Kadar air biji kakao yang menjadi
sampel pengukuran selama penyimpanan mengalami penurunan dan kenaikan akibat pengaruh sifat termofisik udara dalam gudang. Kadar air biji kakao akhir sampel 1, sampel 2 dan sampel 3 adalah masing-masing 7.2 %, 7.8 % dan 8 %. Kecepatan udara di dalam gudang berkisar 0.1-0.2 mis. Debit aliran udara total yang paling besar tanggal 26 Maret 2011, 02 April 2011 dan 07 April 2011 sebesar 0.432 m3/s atau 37324.8 m3 Hari.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK