<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129500">
 <titleInfo>
  <title>TRANSFORMASI SPASIAL WILAYAH PERI URBAN METROPOLITAN MEBIDANGRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Reyvaldi Mario</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Transformasi merupakan perubahan rupa, baik bentuk, sifat, karakter, dan fungsi dari suatu kawasan. Selama beberapa tahun terakhir, keberadaan Kota Medan dalam konstelasi Metropolitan Mebidangro memicu lonjakan arus urbanisasi dan mengokupasi lahan produktif di pinggiran kota, khususnya di Kota Binjai. Wilayah Peri Urban (WPU) merupakan wilayah yang ditandai dengan pencampuran kenampakan fisikal kekotaan dan kedesaan. Peningkatan populasi Kota Binjai yang terjadi selama 10 tahun terakhir mendorong terjadinya alih fungsi lahan, dimana pada tahun 2012, lahan terbangun di Kota Binjai memiliki luas 2.994,49 hektar (31,95%) dan meningkat menjadi 3.370,27 hektar (35,96%) di tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Transformasi Spasial WPU Metropolitan Mebidangro yang ada di Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan spatio-temporal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari tahun 2012 hingga 2022, transformasi spasial WPU Metropolitan Mebidangro di Kota Binjai yang didominasi peri urban sekunder tidak mengalami peningkatan yang signifikan ditinjau berdasarkan aspek fisik. Namun, jika ditinjau berdasarkan aspek sosial ekonomi, transformasi spasial yang terjadi menunjukkan peningkatan signifikan dimana terjadi peningkatan tipologi pada 18 kelurahan, hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan populasi penduduk di Kota Binjai belum diimbangi oleh penambahan infrastruktur (berupa fasilitas pendidikan dan kesehatan). Permodelan spasial menunjukkan potensi pertumbuhan lahan terbangun Kota Binjai pada tahun 2042 sebesar 767,29 hektar atau 22,77%, dimana kelurahan yang diprediksi mengalami pertumbuhan lahan terbangun diatas 50 hektar pada tahun 2042 adalah seluruh kelurahan pada Zona Bingkai Desa di tahun 2022. Perhitungan indeks urban sprawl berdasarkan tren juga menunjukkan terdapat potensi peningkatan urban sprawl di Kota Binjai pada tahun 2042, khususnya dalam radius 0-3 km dari pusat kota. Berdasarkan temuan ini, penelitian memberikan rekomendasi berupa optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang Kota Binjai serta percepatan penyusunan RDTR sebagai instrumen pengendalian tata ruang yang lebih detail. Sehingga Kota Binjai diharapkan dapat mencapai target pembangunan sebagai Kota Kompak dalam mendukung Perkembangan Kota Medan dalam konstelasi Metropolitan Mebidangro.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129500</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 13:03:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 00:54:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>