<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129490">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN MUSEUM GASTRONOMI ACEH DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Futry rayhany</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh memiliki keanekaragaman gastronomi yang cukup kaya, banyaknya suku yang mendiaminya, antara lain Aceh, Alas, Gayo, Aneuk Jamee, Kluet, Singkil, dan Tamiang. Aceh memiliki beragam bahan mentah unik yang sulit didapat di tempat lain, seperti ikan depik. Masakan Aceh tetap menampilkan ciri khas masakan Indonesia dari segi ragam bumbunya, hal ini tidak dapat dipisahkan dari peristiwa sejarah, karena Aceh dulunya merupakan titik perhentian utama jalur perdagangan rempah-rempah dunia.&#13;
Kehadiran Museum Kuliner Aceh yang kontemporer dan menjadi salah satu landmark baru kota Banda Aceh, yang dapat menyajikan berbagai jenis kuliner dan rempah-rempah, maka sangat penting untuk merencanakan dan merancang sebuah bangunan yang dapat mewadahi seluruh kuliner tradisonal Aceh.&#13;
Provinsi Aceh menjadi salah satu tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi karena kuatnya tradisi budaya Islam dan kepercayaan yang masih dianut hingga saat ini. Namun, rahasia makna simbol budaya Aceh dalam kehidupan sehari-hari tidak diketahui semua orang karena sifatnya yang tertutup dan sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari, dengan mengangkat tema &quot;Arsitektur Simbolisme&quot; dapat menginformasikan arsitektur museum gastronomi yang memiliki beranekaragam kuliner dan rempah-rempah di Aceh. Penggabungan konsep ini ke dalam perancangannya bertujuan untuk meningkatkan persepsi Museum Gastronomi sebagai wahana atau sarana pemajuan dan pelestarian kuliner, serta menonjolkan suasana daerah melalui simbol-simbol sebagai ciri khas.&#13;
Kata Kunci : Museum, Gastronomi, Kuliner, Rempah-rempah, Arsitektur Simbolisme</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MUSEUMS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GASTRONOMY</topic>
 </subject>
 <classification>727.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129490</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 12:44:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-23 14:34:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>