<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129467">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KOPI ROBUSTA, TEMBAKAU DAN SERAI WANGI DI LOKASL  PERENCANAAN TRANSMIGRASL KENYARAN KECAMATAN PANTAN CUACA KABUPATEN GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Badrevi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Badrevi. Evaluasi  Kesesuaian Lahan Untuk Kopi  Robusta,  Tembakau dan  Serai  Wangi di Lokasi Perencanaan Transmigrasi Kenyaran Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten  Gayo  Lues  di  bawah  bimbingan  Hairul  Basri  sebagai  ketua  dan Manfarizah sebagai anggota.&#13;
               Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengevaluasi  tingkat  kesesuaian   lahan untuk  kopi  robusta,  tembakau    dan    serai  wangi  di  Lokasi  Perencanaan  Transmigrasi   Kenyaran   Kecamatan   Pantan   Cuaca   Kabupaten   Gayo   Lues. Penelitian ini menggunakan metode survai deskriptif dengan teknis survai  taktis. Teknik  survai  yang  dilakukan   berdasarkan  pengamatan  lapangan,  pengambilan  sampel  tanah  mengacu  pada  satuan  peta  lahan  (SPL)  yang  memiliki  kriteria  kelerengan  dan  penggunaan  lahan  dengan  metumpangtindihkan  (overkay)  kedua peta tersebut  menjadi satuan peta lahan (SPL).&#13;
               Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7  satuan peta lahan (SPL). Adapun  tingkat  kesesuaian  lahan  untuk  masing-masing  tanaman  dideskripsikan  sebagai berikut  :  &#13;
               Kesesuaian  lahan  aktual  untuk  tanaman  kopi  robusta  termasuk  kedalam  kelas  S2-wn  dengan  faktor  pembatas  ketersediaan  air,  kelembaban  dan  retensi  hara (SPL 1). kelas S3-n dengan falctor pembatas retensi hara (SPL 2, SPL 3, dan   SPL 4), kelas S3-en dengan falctor pembatas retensi hara dan bahaya erosi (SPL 5)   dan pada kelas N-e dengan faktor pembatas bahaya erosi (SPL 6 dan SPL 7).&#13;
                Kesesuaian  lchan  potensial  untuk  tanaman  kopi  robusta  S2-wn  menjadi  S2-w pada SPL  1  dengan  memberikan input perbaikan pada tingkat (MI) yaitu pengapuran dan pemupukan.    Pada kelas  S3-n  menjadi  S2-n   terdapat  pada  SPL  2,  SPL  3,  dan  SPL 4  dengan  menaikkan  kelas  dan  memberikan  input  perbaikan   pengapuran,    pemupukan   dan   pembuatan   teras.   Pada   kelas   S3-en  menjadi   S2-n  pada  SPL   5   dengan  menaikkan   kelas  dan   memberikan   input  perbaikan pada tingkat Medium Input (MI) yaitu pengapuran dan pemupukan.&#13;
               Kesesuaian  lahan  aktual  untuk tanaman tembakau  S3-wrn  dengan  faktor  pembatas ketersediaan air, media perakaran dan retensi hara pada SPL  1  dan SPL   2, S3-w dengan fcktor pembatas ketersediaan air pada SPL 3 dan SPL 4, S3-wen  dengan  faktor pembatas  ketersediaan air, retensi  hara dan  bahaya  erosi  terdapat  pada SPL 5 dan SPL 6,  sedangkan pada SPL 7 terdapat kelas N-e dengan faktor  pemabatas bahaya erosi.&#13;
               Kesesuaian lahan potensial untuk tanaman tembakau S3-win menjadi  S3-wr  pada  SPL  I  dan  SPL  2  dengan   memberikan  input  perbaikan  pada  tingkat   Medium Input (MI)  yaitu  pengapuran  dan   pemupukan,   pada   kelas   S3- wen ditingkatkan menjadi S3-w dengan input perbaikan pengapuran ` pemupukan dan pembuntan teras terdapat pada SPL  5 dan SPL 6.&#13;
              Kesesuaian lahan aktual serai wangi S3-n dengan faktor pembatas retensi  hara   terdapat pada SPL  1, SPL 2, SPL 3 dan SPL 4. Kelas S3-en dengan faktor  pembatas  bahaya  erosi  dan  retensi  hara  terdapat  pada  SPL  6  dan  SPL  7  dan&#13;
kelas N-e dengan faktor pembatas bahaya erosi terdapat pada SPL 7.&#13;
               Kesesuaian  lahan  potensial  untuk  tanaman  serai  wangi  dari  kelas  S3-n  menjadi  S2-n  dengan  memberikan  input  perbaikan  pada  tingkat Medium Input (MI)  yaitu pengapuran  dan pemupukan pada  SPL  I,  SPL  2,  SPL  3  dan  SPL  4.  Kelas S3-en menjadi S2-en dengan input perbaikan pemupukan, pengapilran dan  pembuatan teras pada SPL 5 dan SPL 6.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129467</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 12:08:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 12:08:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>