<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129447">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DI  KECAMATAN MONTASIK, KABUPATEN ACEH BESAR,  PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nissa Qumaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemetaan geologi memegang peran penting dalam memahami kondisi geologi di suatu daerah. Kondisi geologi di suatu daerah dapat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu akibat proses alamiah maupun aktivitas manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemetaan geologi terbaru sehingga dapat mengidentifikasi lebih dalam terhadap formasi geologi yang kompleks atau bahkan yang belum terdokumentasi dengan baik pada peta geologi yang sudah ada dengan tingkat resolusi yang lebih tinggi dan rincian yang lebih detail. Pemilihan lokasi penelitian mencakup 3 formasi yaitu Formasi Seulimum (QTps), Formasi Batuan Gunungapi Lamteuba (QTvt), dan Satuan Endapan Alluvium (Qh). Penelitian dilakukan di Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, yang memiliki luas wilayah 24 km². Di lokasi penelitian, terdapat lereng yang terbentuk akibat pengurangan volume bukit yang disebabkan oleh pembukaan jalur transportasi. Kondisi lereng tersebut berpotensi tidak stabil yang disebabkan oleh proses pelapukan pada material penyusun lereng sehingga menimbulkan risiko bagi pengguna jalan dan menghambat kelancaran jalur transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi meliputi persebaran litologi, kondisi geomorfologi, serta menilai kestabilan lereng di wilayah penelitian dengan menghitung nilai faktor keamanan. Persebaran litologi dan geomorfologi diperoleh dari pemetaan geologi secara langsung di lapangan sedangkan untuk menilai kestabilan lereng digunakan perangkat lunak Slide 6.0 dengan Metode Bishop Disederhanakan untuk menentukan faktor keamanannya. Peta geomorfologi meliputi dua jenis satuan denudasional. Secara geologi, satuan persebaran batuan mencakup batuan tuff piroklastik, batupasir, endapan lempung, dan endapan alluvium. Perhitungan faktor keamanan menggunakan metode Bishop Disederhanakan secara empiris dan program Slide 6.0 menghasilkan nilai FK = 1,3 dan FK = 1,9 menunjukkan bahwa lereng tersebut termasuk dalam kategori stabil terhadap gerakan tanah. Kerentanan ini dipengaruhi oleh data batuan/tanah pembentuk lereng, geometri lereng yang meliputi ketinggian dan kemiringan, serta kondisi tanpa pembebanan dan rembesan air. &#13;
 &#13;
Kata Kunci: Pemetaan Geologi, Analisis Kestabilan Lereng, Metode Bishop Disederhanakan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129447</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 11:27:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 15:36:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>