<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129432">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN PROTOTIPE SISTEM IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI GOLONGAN DARAH MENGGUNAKAN TEKNIK SENSOR OPTIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NIKMATUL AKBAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Darah memiliki peran vital dalam tubuh manusia yang terdiri dari sekitar 55% plasma darah dan 45% jenis sel darah yang berbeda. Plasma darah sendiri terdiri dari 92% air dan 8% sisanya zat terlarut seperti glukosa, hormon, protein, garam mineral, lemak dan vitamin. Selain mendistribusikan zat beserta oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh, darah juga berfungsi sebagai pertahanan tubuh. Pengetahuan golongan darah penting untuk transfusi dan identifikasi penyakit seperti kekurangan darah merah (Anemia) dan kelebihan darah putih (Leukemia). Pemeriksaan golongan darah ABO dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan menggunakan metode microplate di mana sampel darah diletakkan di atas kaca preparat kemudian diidentifikasi dengan melihat perubahan sampel uji darah yang telah diteteskan cairan antisera. Cara ini berhasil namun apabila sampel uji darah terlalu banyak, potensi terjadinya kesalahan dan kekeliruan semakin tinggi. Pada penelitian ini kami merancang sistem identifikasi dan klasifikasi golongan darah untuk memudahkan tenaga kesehatan dengan menggunakan teknik sensor optik dan NodeMCU. Metode ini berdasarkan prinsip kerja sensor optik dimana sampel darah yang telah dicampur dengan antisera disinari dengan Light Emitting Diode (LED). Cahaya LED yang menembus sampel uji diterima oleh sensor photodiode. Berdasarkan hasil pengujian, golongan darah A menghasilkan tegangan 0,22 volt pada photodiode 1 dan 2,01-2,03 volt pada photodiode 2, golongan darah B menghasilkan tegangan 1,26-1,41 volt pada photodiode 1 dan 0,24-0,25 volt pada photodiode 2, golongan darah AB menghasilkan tegangan 0,16-0,17 volt pada photodiode 1 dan 0,18-0,19 volt pada photodiode 2 dan golongan darah O menghasilkan tegangan 1,77-1,93 volt pada photodiode 1 dan 1,50-1,57 volt pada photodiode 2. Kemudian hasil identifikasi dan klasifikasi ditampilkan pada Liquid Crystal Display (LCD) dan juga terhubung dengan Blynk.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129432</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 10:48:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 14:48:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>