<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129411">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS INTERFERENSI ANTAR KANAL SELULER PADA TEKNOLOGI 6G DI WILAYAH DENSE URBAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIMAS ANANDIKA SHIDQI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro dan Komputer</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seiring perkembangan teknologi telekomunikasi, komunikasi nirkabel telah mengalami evolusi signifikan dari 1G hingga 6G. Setiap generasi membawa peningkatan dalam kecepatan, kapasitas, dan keandalan, dengan 5G mendukung AI, IoT, dan smart cities. Teknologi 6G diharapkan mengatasi keterbatasan 5G, menawarkan kapasitas lebih besar, latensi lebih rendah, dan transmisi data tinggi. 6G akan mendukung interkoneksi yang luas, dengan fokus pada keberlanjutan dan konektivitas di berbagai lingkungan. 6G menggunakan frekuensi tinggi untuk bandwidth yang lebih luas, mencapai kecepatan data hingga 100 kali lebih cepat dari 5G. Namun, interferensi pada frekuensi tinggi di daerah padat penduduk menjadi tantangan. Penelitian ini mensimulasikan pengaruh interferensi antar kanal pada jaringan 6G di daerah padat menggunakan frekuensi 100 GHz, dengan 2 BTS, 12 user, dan 2 sel untuk mengukur nilai SINR. Hasil penelitian menunjukkan Interferensi antar kanal berdampak signifikan pada kualitas sinyal yang diterima pengguna, dengan daya interferensi berkisar antara -117,7416 dBm hingga - 83,2436 dBm. Meskipun jumlah sumber interferensi meningkat dari 1 menjadi 4, nilai SINR tetap dalam rentang yang baik, yaitu 9 dB hingga 14 dB, yang menunjukkan bahwa kualitas sinyal masih terjaga. &#13;
&#13;
Kata kunci: 6G, Signal-to-Interference-Noise Ratio (SINR), interferensi antar kanal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129411</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 00:47:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 14:38:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>