<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129409">
 <titleInfo>
  <title>SEBARAN DAN POPULASI  SIAMANG (SYMPHALANGUS SYNDACTYLUS) DI STASIUN PENELITIAN SIKUNDUR KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Multazam Rahmatillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Siamang (Symphalangus syndactylus) merupakan salah satu spesies satwa primata keluarga Hylobatidae yang endemik di Pulau Sumatra, serta golongan satwa primata kecil (lesser ape) bersifat diurnal, berteritorial, dan arboreal (sebagian besar hidupnya pada tajuk pohon). Keberadaan siamang memiliki peranan penting dalam ekosistem hutan, selain membantu proses pertumbuhan tanaman (regenerasi dan suksesi hutan) dengan memakan daun dan buah juga sebagai polinator dan penyebar biji tumbuh-tumbuhan, sehingga pada umumnya satwa primata ini memiliki peran sebagai spesies kunci (key species) dalam sebuah ekosistem. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 serta dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN) Redlist siamang merupakan spesies yang terancam punah (endangered species) dan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) sebagai Appendix I. Berdasarkan hal tersebut maka penyediaan data dan informasi mengenai sebaran dan populasi siamang sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi sebaran dan populasi siamang pada salah satu habitat siamang sumatera, yaitu pada Stasiun Penelitian Sikundur Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser guna dalam merencanakan upaya konservasi dan pengelolaan habitat yang lebih efektif, serta pemahaman yang lebih baik untuk dapat membantu dalam mengevaluasi sebaran siamang.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode survey explorative yang merupakan metode observasi secara langsung di lokasi penelitian yang akan dilakukan. Penandaan lokasi untuk mencatat keberadaan siamang menggunakan GPS pada setiap lokasi jalur pengamatan. Pemilihan jalur lokasi pengamatan menggunakan teknik purposive sampling, lokasi pengamatan dipilih berdasarkan informasi dari pihak pengelola YEL (Yayasan Ekosistem Lestari), di mana tempat siamang paling sering ditemukan melalui jejak-jejak yang ditinggalkan oleh siamang seperti feses, sisa makanan, dan suara siamang. Pengamatan dilakukan di zona pemanfaatan, yang memiliki 77 jalur pengamatan. Kegiatan pengamatan dilakukan secara konsisten di setiap jalur pengamatan yang dimulai pada pukul 08.00 pagi hari dan sampai sore hari 18.30 WIB dengan tiga kali pengulangan setiap pertemuan sehingga hasilnya lebih akurat dan meminimalkan kesalahan dalam perhitungan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan sebaran siamang di Stasiun Penelitian Sikundur terdiri dari 5 kelompok terdapat pada tutupan lahan hutan sekunder. Siamang tersebar pada ketinggian 40 –sampai 100 mdpl. Berdasarkan kriteria uji Chi-square jika  lebih besar 0,025, maka pola sebaran mengelompok (clumped). Ukuran populasi siamang di Stasiun Penelitian Sikundur berjumlah 18 individu. Secara rinci, didapat 28 persen dari jumlah ukuran populasi kelompok siamang terbesar ialah kelompok E berjumlah 5 individu, 21 persen dari jumlah ukuran populasi kelompok C berjumlah 4 individu, dan 17 persen memiliki ukuran populasi 3 individu yaitu kelompok A, B, dan D.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129409</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 00:03:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 11:37:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>