<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129371">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN MANGAN DAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) TERHADAP PERTUMBUHAN  FUSARIUM OXYSPORIUM F.SP LICOPERSICY IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mohd Indra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mohd. IDdra. 020S103010024. Pengaruh Pemberian Mangan dan Ekstrak Daun Jambu  Biji  (Psidium guajava) a   L.)  Terhadap   Pertumbuhan    Fusarium oxysporium f.sp licopersicy  ln   Vitro,   dibawah  bimbingan  Tjut  Chamzurni&#13;
sebagai   pembimbing utama dan   Rosmaidar Djafruddin  sebagai pembimbing  anggota.&#13;
               Fusarium   adalah  penyakit  penting  pada  tanaman  pertanian,  khususnya  pada   kelas   solanaceae. Untuk    mengendalikan    Fusarium,   dapat   digunakan  berbagai  cara,  salah  satunya  adalah  dengan  pestisida  nabati.  Daun  jambu  biji  (Psidium guajava L.)  adalah  salah  satu  tanaman  yang  ekstrak  daunnya  dapat  menghambat pertumbuhan  mikroorganisme, temasuk jamur. B.ersamaan dengan  itu.  Mangan  (Mn) juga  mempengaruhi  aktivitas  biokimia  di  dalam   kehidupan  organisme.  Konsentrasi Mn yang tinggi di dalam  set akan mengurangi tekanan  osinosis pada dinding sol  Kajian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi Mn dan ekstrak   daun  jambu   biji   terbaik   untuk   menghambat   pertumbuhan  F. f.sp  licopersiay in vitto.&#13;
               5 konsentrasi Mn (0, 10, 20, 30 dan 40  uM) Mn dikombinasikan dengan 4  konsentrasi ekstrak daun jambu  biji  (0,  2,  4 dan  6 %).  Percobaan  ini disusun  dalan bentuk Rancangan Acak Ienggap (RAK) dalam 3 ulangan. Peubah yang&#13;
diamati adalah diameter koloni,  laju pertumbuhan kolom berat basah dan berat kering   untuk   mendapatkan   kandungan  air.   Penambahan   40   I+M    akin mengurangi panjang koloni sebesar 0,3 cm pada kondisi tanpe pemberian ekstrak&#13;
daun jambu biji. &#13;
               Sementara penambahan  2  %  ekstrak  daun jambu  biji  akan  mengurapgi  panjang  koloni  0,01  cm  pada  konsentrasi  20  LLM  Mn,  berbeda  nyata  dengan  perlakuan 0-10 LLM hrfu. Diameter rata-rata koloni adalah 0,8 cm pada perlakuan  20 uM 0,5 cm pada perlakunn 30 uM dan 0,2 cm pada pehakuan 40 uM.  &#13;
               Selanjutnya,  tanpa penanhahan ekstrak daun jambu biji  pada perlakuan 15  uM  Mn,  berat  kering koloni   mencapai  titik maksimum  (0,49  g per koloni)  dengan respons kuadratik Y = 0,4 + 0,0IX -0,0004X2 (R2 = 0,61 *).              Penambahan  2  %  ekstrak  daun jambu  biji  pada  perlakuan  menyebabkan  berat  kering  yang  maksimum dengan persamaan Y=0,52+0,0IX-0,0004X2a`2=0,83**). Penambahan  Mn   2   30  pM  menyebabkan  behairangnya  berat  kering&#13;
dalam jumlah besar (0,22 g per koloni) pada konsentrasi Mn yang besar (20 uM)  pada konsentrasi 4 % ekstrak daun jambu biji. Sebaliknya, penambahan ekstrak  daun jambu  biji dengan konsentrasi 6 % akan mengurangi berat kering sebesar&#13;
0,11 g per koloni pada konsentrasi Mn yang lebih rendah (10 uM).&#13;
               Pertumbuhan  rata-rata  koloni  adalah  3  on  per jam.  Penambahan  Mn sebesar 40 I+M akan menunjukan laju  pertumbuhan sebesar I.8 cm perjam pada  kensentrasi 0  uM  Mn.  Sementara pengaplikasian  2  % ekstrak daun jambu biji&#13;
pada konsentrasi yang sama (40 uM  akan menurunkan laju pertumbuhan koloni  sebesar I,3 cm per jam. Laju pertumbuhan meningkat dengan cepat pada 20 jam  setelah inokulasi, yaitu sebesar  I,6 cm perjam pada perlakuan  10 uM Mn pada&#13;
kondisi 4 % ekstrak daun janbu biji. &#13;
               Kandungan  air di  dalam jaringan  F.  f.sp  licopersicy  ; berkurang  0,75  % pada perlakuan 30-40 uM, berbeda nyata dengan perlakuan 0-10 uM Mn. dimana kandungan airnya rata-rata 0,85 %. Pada konsentrasi 6 % ekstrak daun jambu biji  grafiknya sama dengan grafik ekstrak daun jambu biji pada konsentrasi  rendah,  tetapi kandungan airnya lebih besar, yaitu 0,82 % untuk 30 uM Mn dan 0,78 %  untuk  40  uM  Mn.  Bagaimanapun,  konsentrasi  tersebut  masih  berbeda  nyata &#13;
dengan   perlakuan  0-20   |iM.  Diingatkan   bahwa   penambahan  Mn  sebesar 30+0  uM  berpengaruh  pada  penambahan  kandungan  air sebesar  0,95  % pada  kondisi tanpa atau konsentrasi ekstrak daun jambu biji yang rendah (0-2 %). &#13;
               Direkomendasikan pemakaian ekstrak daun jambu biji yang tinggi (6 %)  dan 40 uM  Mn untuk mendapatkan efek penghambatan pertumbuhan jamur yang paling   baik.   Bagaimanapun   konsentrasi   Mn   yang   rendah   (10   uM)   akan&#13;
merangsang pertumbuhan jamur tersebut   &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129371</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-31 16:17:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-31 16:17:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>