<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129357">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EFISIENSI ENERGI JARINGAN   MULTI USER MIMO 6G MENGGUNAKAN METODE BEAMFORMING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. FARHAN HAIKAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jaringan 6G merupakan teknologi komunikasi nirkabel yang mampu meningkatkan kecepatan dan kapasitas melalui pemanfaatan energi tinggi pada teknologi multi- user multiple-input multiple-output (MU-MIMO). Tingginya energi yang dikonsumsi pada teknologi 6G disebabkan oleh banyaknya user equipment (UE) yang tersebar secara acak dalam suatu jaringan, antena terdapat titik-titik tertentu yang padat pengguna sehingga diperlukan pengarahan daya pancar. Teknologi 6G memiliki kekurangan yang antena banyaknya memakan konsumsi daya diakibatkan daya pancar yang sama kesalahan arah. Namun, dalam kenyataannya, ada daerah tertentu di mana UE sangat sedikit dan membutuhkan daya yang besar, sehingga memerlukan metode beamforming (BF) untuk mengarahkan daya ke area UE yang padat dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi energi, peningkatan data rate dan kualitas sinyal yang di terima pada setiap UE. Penelitian ini menganalisis efisiensi energi pada system MU-MIMO 6G dengan metode BF berupa analog, digital dan beamforming dengan variasi aantena pada base station (BS) sebesar 64, 128 dan 256 antena dengan jumlah UE sebanyak 1-10. Berdasarkan hasil simulasi diperoleh bahwa redaman maksimum rata-rata diperoleh pada konfigurasi 256 antena dan minimum pada konfigurasi 128 antena dengan selisih 4,3 dB, sedangkan daya terima dan SINR rata-rata maksimum diperoleh pada konfigurasi 128 antena dengan di peroleh masing-masing sebesar -57,6035 dBm dan 26,57858 dB. Untuk daya terima dan SINR rata-rata diperoleh pada konfigurasi 256 antena dengan perolehan masing-masing -61,97711 dBm dan 22,53097 dB. Sebaliknya, konfigurasi digital beamforming dengan 128 antena memiliki efisiensi energi tertinggi 0,7076 Mb/s/W, sementara konfigurasi digital beamforming dengan 64 antena memiliki konsumsi daya terendah 327 watt. Konfigurasi hybrid beamforming dengan 256 antena memiliki efisiensi energi terendah 0,1799 Mb/s/W.&#13;
Kata Kunci: 6G, MU-MIMO, beamforming, efisiensi  energi, data rate.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129357</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-31 14:46:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 07:11:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>