<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129320">
 <titleInfo>
  <title>SEBARAN SPASIAL DAN POPULASI KEDIH (PRESBYTIS THOMASI COLLECT, 1892) DI STASIUN PENELITIAN SIKUNDUR TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yunita Erma Wanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kedih (Presbytis thomasi) merupakan salah satu jenis primata yang endemik di Pulau Sumatera. Populasi kedih yang sangat terbatas, yaitu hanya di wilayah Aceh dan Sumatra bagian utara. Populasi primata berubah seiring waktu karena faktor-faktor seperti perubahan habitat, perburuan ilegal, dan masalah konservasi lainnya. Informasi mengenai sebaran spasial dan populasi satwa sangat penting untuk pengelolaan kawasan yang efektif dan berkelanjutan dalam usaha melestarikan satwa liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran dan populasi kedih di Stasiun Penelitian Sikundur, Taman Nasional Gunung Leuser.&#13;
&#13;
Penelitian ini dilaksanakan satu bulan setengah pada 23 April sampai 6 Juni 2024. Pengamatan dilakukan mulai dari pukul 08.00 WIB pada saat kedih mulai beraktivitas hingga pukul 18.00 WIB pada saat kedih mencari tempat untuk pohon tidurnya. Kedih yang ditemukan di lapangan dihitung jumlah dan ukuran kelompoknya serta dicatat komposisi struktur umur (dewasa, remaja, anak dan bayi) serta jenis kelamin atau rasio seksual (jantan dan betina) yang tercatat pada lembar kerja atau tally sheet. Lokasi pengamatan kedih ditentukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan keberadaan langsung, suara dan jejak yang ditinggalkan oleh kedih seperti feses dan sisa makanan. Metode penelitian yang digunakan ialah observasi menggunakan metode concentration count, dengan mencatat titik koordinat, ketinggian, jumlah individu, jenis kelamin satwa dan jumlah setiap kelas umur. Pola sebaran dianalisis berdasarkan indeks penyebaran (ID) dan uji Chi-square. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran spasial kedih di Stasiun Penelitian Sikundur terdapat empat blok yaitu blok A, B, C dan D dimana setiap blok mewakili untuk sebaran spasial kedih. Kelompok kedih tersebar pada blok A yang terdiri dari 2 kelompok, kemudian pada blok B terdiri dari 1 kelompok, pada blok C terdiri dari 1 kelompok, dan blok D terdiri dari 2 kelompok. Untuk perhitungan pola sebaran menggunakan kriteria uji Chi-square didapatkan Indeks Penyebaran (ID) dengan hasil 4,50 dan setelah dilakukan uji Chi-square menghasilkan angka 22,50. Hal ini sesuai dengan kriteria uji Chi-Square jika x^2 ≥ x^2 0,025, maka pola sebaran kedih mengelompok (clumped) yang ada di Stasiun Penelitian Sikundur. Populasi kedih di Stasiun Penelitian Sikundur memiliki 6 kelompok dengan ukuran populasi sebanyak 24 individu. Struktur umur dewasa 70,83%, remaja 16,67%, anak 8,33% dan bayi 4,17%. Kedih memiliki kepadatan sebesar 4,8 individu/km2persegi. Rasio seksual jenis kelamin pada kategori kedih dewasa dengan perbandingan jantan dan betina adalah (6:6).  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129320</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 22:37:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 10:08:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>