KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI KOPI DI KECAMATAN BINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH, 1974-2013 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI KOPI DI KECAMATAN BINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH, 1974-2013


Pengarang

Salwani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006101020057

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Kata Kunci : Kehidupan, Sosial Ekonomi, Petani, Kopi
Skripsi ini meneliti tentang “Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Kopi Di Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah, 1974-2013”. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui perkembangan kehidupan sosial ekonomi petani kopi di Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah periode 1974-2013 (2) kendala yang dihadapi petani dalam bertani kopi di Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang terdiri dari lima langkah kerja yaitu pemilihan tema, pengumpulan sumber, kritik sumber, penafsiran, dan penulisan. Data dikumpulkan melalui penelitian lapangan (field research) yang terdiri dari wawancara, dokumen serta observasi, dan studi kepustakaan (library research). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) Perkembangan kehidupan sosial ekonomi petani kopi di Kecamatan Bintang dari tahun 1974-2013 mengalami naik turun hal ini dikarenakan terjadinya naik turun pada harga kopi, namun pekerjaan sebagai petani kopi dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai pendidikan anak ke tingkat perguruan tinggi. (2) Kendala yang dihadapi para petani kopi dalam bertani kopi di Kecamatan Bintang ada tiga: pertama, kondisi lahan saat penanaman yang tingkat keasamannya terlalu tinggi sehingga menghambat pertumbuhan tanaman kopi. Kedua, adanya hama pengerat pohon yang sering terjadi pada usia produksi. Ketiga, kesulitan pengolahan setelah panen yakni masih menggunakan alat yang bertumpu pada tenaga manusia dan pengeringan yang hanya mengandalkan tenaga matahari.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK