<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129298">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KETAHANAN SOBEK DAN PACKAGING STUDIES DARI KOMPOSIT  BERBASIS POLYVINYL ALCOHOL YANG DIPERKUAT DENGAN NANOKRISTAL SELULOSA DAN LATEKS ALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Aufa Firdaus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Plastik biasa digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman. Namun, bahan plastik kemasan saat ini memiliki kekurangan yaitu tidak dapat terurai oleh mikroba di lingkungan sekitar. Penggunaan plastik kemasan yang sulit terurai berdampak pada pencemaran lingkungan. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan pengembangan inovasi menggunakan bahan yang bersifat biodegradable (dapat terurai) yaitu pembuatan komposit berbasis bio. Polyvinyl alcohol (PVA) dan Lateks digunakan sebagai matrik dan cellulose nanocrystal (CNC) digunakan sebagai reinforcement (penguat). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan sobek dengan metode pengujian uji sobek berdasarkan standar ASTM D1004 serta menganalisis ketahanan lama umur simpan makanan di dalam komposit dengan metode pengujian packaging studies dimana stroberi menjadi objek pengujian, stroberi akan dikemas didalam komposit dan dibiarkan selama 7 hari dengan variasi suhu rendah (2-8°C) dan suhu ruang (20-25°C) serta membandingkan barrier properties dengan kemasan komersial. Pada pengujian sobek didapatkan hasil bahwa komposit PVA dengan penambahan CNC dan Lateks dengan konsentrasi 5% memiliki nilai ketahanan sobek yang paling tinggi yaitu mencapai 11,228 N serta memiliki nilai maximum extension yang paling tinggi sebesar 47,751 mm. Sedangkan pada pengujian packaging studies menunjukkan bahwa kemasan yang diletakkan pada suhu 20-25°C mengalami proses pembusukan yang lebih cepat dibandingkan dengan suhu 2-8°C. Selain itu, kemasan vakum juga terbukti efektif dalam memperpanjang masa simpan buah dibandingkan dengan yang tidak di vakum. Buah stroberi yang disimpan pada suhu 2-8°C dan dikemas dengan formulasi PVA + CNC + Lateks 5% memperlihatkan masa simpan yang lebih panjang dibandingkan dengan formulasi lainnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129298</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 18:28:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 09:48:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>