ANALISIS TATA GUNA LAHAN DAN RENCANA PENGEMBANGAN WILAYAH PASCA TSUNAMI DI KECAMATAN LHOKNGARNKABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS TATA GUNA LAHAN DAN RENCANA PENGEMBANGAN WILAYAH PASCA TSUNAMI DI KECAMATAN LHOKNGARNKABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Munawir - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305101020036

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Munawir. Analisis Tata Guna Iahan dan Rencana Pengambangan Wilayah Pasca Tsunami di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar (dibawah bimbingan ibu lr. Syamsidah Djuita, M.P, sebngai pembimbing utama dan bapak Muhammad Rusdi, S.P, M.Si, sebagai pembimbing anggota).
Gempa dan Tsunami yang teriadi pada tanggal 26 Desember 2004 telah mengakibatkan kerusakan di berbagai sektor penggunaan lahan pada berbagai Kabupaten/Kota di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tata guna lahan dan rencana pengembangan wilayah pasca tsunami di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, yang dimulai dari bulan Agustus 2008 sampai April 2009. Bahan dan alat yang digunakan berupa peta administrasi. peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, peta lereng dan peta intensitas curah hujan, Global Positioning System (GPS), kanera digital, komputer, scanner, software ArcGis 9.2, serta alat tulis menulis. Penelitian menggunakan metode deskriptif yang didasarkan hasil pengamatan di lapangan (Groundchek) dan analisis peta di laboratorium terhadap berbagai data yang sudah didapat dengan metode overlay masing-masing peta yang telah di digitasi melalui aplikasi SIG.
Hasil penganatan di lapangan, penggunaan lahan saat ini (eksisting) terdiri dari hutan, kebun campuran, perkebunan, persawahan, semak belukar, pemukinan, wisata pantai dan pabrik semen. Pola pemanfaatan ruang menggunakan kriteria Tata Guna Hutan Kesepakatan (GIK) berdasarkan nilai bobot peta jenis tanah (15-25), lereng (20-80) dan curah hujan (20). Hasil analisis pengamatan lahan direkomendasikan pengembangan wilayahnya yang mengarah ke jenis penggunaan lahan perkebunan dan hutan produksi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK